Terkait Beroperasinya Kembali Pabrik Oli Palsu di Cipondoh Yang Diduga Kebal Hukum, Sang Koordinator Masih Bungkam

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, BANTEN – Nama Bidun, yang santer disebut-sebut sebagai koordinator dari pemilik usaha ilegal pabrik oli palsu yang diduga kembali beroperasi itu, namun hingga berita ini terbit lagi Bidun belum bersedia memberi tanggapan resmi.

Memang jauh sebelum berita ini turun lagi, Bidun sempat memberikan alasan, bahwa dia belum bisa memberi tanggapan lantaran terbentur dengan hari raya kurban. Akan tetapi hingga sejauh ini dia terkesan menghindar dan memilih bungkam.

Sebelumnya diberitakan, pabrik ilegal yang diduga memproduksi berbagai merk oli palsu itu diketahui jaraknya dekat dengan Polsek Cipondoh dan tidak seberapa jauh Polres Metro Tangerang Kota.

Pada bulan April 2023 lalu, pabrik oli palsu yang berlokasi di Kawasan Pergudangan Cipondoh tersebut, sempat digerebek oleh tim gabungan Aparat Penegak Hukum (APH) terdiri dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung, beserta dari tim Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang dipimpin oleh Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga.

Menurut sebuah sumber, nama Bidun, sang koordinator, begitu akrab di kalangan tertentu karena dia yang setiap bulan selalu berhubungan dengan oknum-oknum tertentu sebagai perpanjangan tangan dari ‘Big Bos’ pabrik oli palsu itu untuk pengkondisian atas nama uang koordinasi.

“Pokoknya setiap tanggal 10 keatas setiap awal bulan, sudah rame tempat tersebut dari rekan-rekan untuk pembagian uang koordinasi. Pokoknya rame bang, gak tau dari mana datangnya mereka,” ungkap sumber beberapa waktu lalu.

Masih menurutnya, dalam penggerebekan bulan april 2023 lalu, Aparat Penegak Hukum dari Kepolisian dan Kejaksaan bersama Kemendag menemukan barang bukti sebanyak 1.153 drum dan 196.734 botol oli palsu senilai Rp 16,5 miliar.

Berbagai merk oli palsu yang biasa digunakan pengendara kendaraan antara lain, Federal Oil, Castrol dan Pertamina Mesran, banyak ditemukan di gudang.

Termasuk merk Yamalube, Shell, Pertamina Prima XP, Yamaha Matic, Yamahalube Silver, Yamahalube Sport dan merk-merk lainya yang sering digunakan masyarakat.

Patut diduga, pemilik pabrik oli palsu tersebut benar-benar kebal hukum dan punya beking kuat, dan para oknum penegak hukumnya mungkin sangat ngiler ketika disumpal dengan sejumlah gepokan rupiah yang menggunung. Terbukti hanya hitungan bulan pabrik itu sudah beroperasi kembali.

“Sewaktu penggerebekan terjadi, tempatnya sangat ramai. Ada dari Kepolisi, ada dari Kejaksaan termasuk dari Kementerian Perdagangan. Barang bukti oli palsu yang ditemukan sangat banyak, sampai ratusan ribu botol oli palsu ditemukan di gudangnya,” katanya.

“Tapi kayaknya pemilik pabriknya mungkin kebal hukum. Walau sempat digerebek sekitar bulan April 2023 lalu, tapi sekarang ini sudah beroperasi kembali lagi. Mungkin begitu lah Indonesia, para penegak hukumnya sangat doyan duit haram, jadi hukum dibuat hanya untuk alat cari duit,” lanjutnya.

Lebih jauh menurut keterangan sumber, penggerebekan pabrik oli palsu itu dianggapnya hanya ecek-ecek karena tidak beberapa lama kemudian sudah aktif lagi beroperasi pada bulan Februari 2024, dan sepertinya usaha produksinya semakin meningkat.

Berdasarkan Undang-Undang Konsumen, pelaku pembuat oli palsu tersebut sesuai pasal 62 dapat dijerat dengan pidana 5 tahun penjarara dan denda Rp 2 miliar.

Namun jeratan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp 2 miliar itu tidak berlaku bagi pemilik pabrik oli palsu tersebut lantaran diduga dia punya beking kuat dan juga kebal hukum, karena kenyataanya pabrik oli palsu tersebut telah beroperasi kembali lagi.

PESTA TAMPUBOLON

Share.

About Author

Leave A Reply