Pemkot Tangsel Keras Kepala Tetap Menangkan Perusahaan Bermasalah Pada Tender Senilai Rp 84,9 M

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, BANTEN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, dalam hal ini Wali Kota Benyamin Davnie, Kepala Dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang (DCKTR) Ade Suprizal dan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Mochamad Hardi, sepertinya memang benar-benar keras kepala.

Mereka dianggap keras kepala, pasalnya mereka dinilai lebih senang menghadapi resiko tuntutan dari Aparat Penegak Hukum (APH) daripada menjalankan aturan tender sebagaimana diatur dengan sesuai mekanisme hukum.

Pada tender ‘Pembangunan Gedung Parkir Cilenggang’ diduga kuat, tender tersebut dimenangkan oleh perusahaan bermasalah, yaitu PT. SUMBERSARI NUSANTARA GROUP dengan penawaran Rp. 84.958.921.846,06 atau 97, 65 % dari HPS senilai Rp 86.998.738.000.

Selain itu PT. SUMBERSARI NUSANTARA GROUP juga merupakan penawar tunggal, dari 34 perusahaan yang ikut tender. Hal itu diduga disebabkan adanya diskriminasi dan pengkondisian melalui persyaratan yang memberatkan bagi penyedia jasa lainnya.

Menurut Waketum DPP LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) Irwandi Gultom, pihaknya menduga ada indikasi Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam proses Pembangunan Gedung Parkir Cilenggang, yakni mulai dari tahapan perencanaan hingga pelaksanaan tender.

” Kuat dugaan, bahwa data kualifikasi PT. SUMBERSARI NUSANTARA GROUP direkayasa atau dipalsukan demi memuluskan pengkondisian pemenangan tendernya. Tender hanya bersifat formalitas tanpa kompetisi penawaran antar para penyedia, karena perusahaan itu adalah penawar tunggal,” kata Irwandi, Jumat (21/6/2024).

Dia menambahkan, sejumlah permasalahan tersebut sangat jelas menunjukkan adanya keberpihakan oknum Pemkot Tangsel kepada PT. SUMBERSARI NUSANTARA GROUP karena diduga sejak awal bahwa paket tender sudah dikondisikan.

Ditegaskannya, saat proses tender Pembangunan Gedung Parkir Cilenggang dengan penawaran Rp 84,9 miliar itu, pihaknya juga telah menyurati Wali Kota Benyamin Davnie, Kepala Dinas DCKTR Ade Suprizal, dan Kabag PBJ Tangsel Mochamad Hardi untuk mengevaluasi tendernya, namun tidak ada jawaban.

Akan tetapi Pemkot Tangsel tetap bersikukuh memaksakan PT. SUMBERSARI NUSANTARA GROUP sebagai pemenang tender, kendati perusahaan tersebut dianggap perusahaan bermasalah.

Adapun dugaan permasalahan fatal lainnya yang membuat PT. SUMBERSARI NUSANTARA GROUP makin tidak layak menjadi pemenang tender, bahwa PT. SUMBERSARI NUSANTARA GROUP memiliki nomor NPWP yang sama dengan PT. SNE.

Dalam Persyaratan Kualifikasi Teknis, salah satu persyaratan yang ditetapkan oleh Pokja Pemilihan, yaitu memiliki pengalaman paling kurang Pekerjaan Konstruksi dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah atau swasta termasuk pengalaman subkontrak, PT. SUMBER SARI NUSANTARA GROUP menyertakan 11 paket pekerjaan yang telah dikerjakannya.

Namun usut punya usut, kuat dugaan, bahwa Persyaratan Kualifikasi Teknis dalam hal kepemilikan pengalaman Pekerjaan Konstruksi dalam kurun waktu 4 tahun terakhir yang diklaim dikerjakan PT. SUMBERSARI NUSANTARA GROUP sebanyak 11 paket itu, diketahui merupakan pekerjan-pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT. SNE.

Meminta tanggapan Kepala Dinas DCKTR Tangsel Ade Suprizal, yang bersangkutan tidak di kantornya. Menurut Eko Achmad, Security Dinas tersebut, Ade Suprizal sedang tugas di luar, Jumat (21/6/2024).

Ditempat berbeda, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa pada Setda Tangsel, Mochamad Hardi juga tidak bisa ditemui sehingga tidak dapat dimintai konfirmasinya.

“Pak Kabag (Mochamad Hardi tidak datang pak. Lagi sakit,” kata Karsa, staf Pengadaan Barang Jasa. Beberapa kali juga dihubungi RadarOnline.id, Hardi tidak merespon.

PESTA TAMPUBOLON

Share.

About Author

Leave A Reply