Warga Lampung Geram Tersangka Pembunuhan Alm Ayu Wandra Belum Ditetapkan Polres Lamteng

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, LAMPUNG TENGAH – Kegamangan penyidik Satreskrim Polres Lampung Tengah (Lamteng) dalam penangan kasus pembunuhan Alm Ayu Wandra diduga penyidik “masuk agin” Warga Padang Ratu, Warga Gunung Sugih dan Warga Seiputih, geram dan akan melakuka aksi demonstrasi di Polda Lampung.

Aksi demondtrasi itu akan dilakukan setelah lebaran haji yang menuntut penyidik menetapkan tersangka kasus pembunuhan Ayu Wandra yang dicurigai dilakukan pacarnya.

Dan jika seandainya hasil demonstrasi tidak berbuah hasil yang baik maka keluarga korban akan melaporkan Kapolres Lamteng AKBP Andik Purnomo Sigit dan Kasat Reskrim AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurnia, ke Propam Mabes Polri dan kepada Kapolri.

Hal itu disampaikan Kuasa Hukum Korban Advokat Frando PID Siallagan SH LLM. “Kemarin (jumat) saya ke Polres Lamteng rencana mau ketemu dengan bapak Kasat Reskrim AKP Nicolas Bagas Yudhi Kurnia tetapi tidak berhasil. Katanya sibuk gelar perkara. Saya kira beliau tidak perlu menghindar, gentleman sajalah,” ujar Advokat Frando melalui relis yang diterima redaksi, Minggu , (16/6/2024).

Menurut Frando bahwa Kasat Reskrim Nikolas Bagas berusaha menghindar dan tidak mau menemuinya. Dia menilai bahwa tindakan Kasat Reskrim itu menjadi preseden buruk dalam pelayanan polri, seharusnya memberikan ruang untuk menjelaskan apa perkembangan dan apa tindakan penyidik pasca asistensi yang diberikan Kapolda Lampung pada bulan April, dua bulan yang lalu.

Frando mencurigai penyidik “masuk angin” hingga saat ini belum ada penetapan tersangka. “Kita akan melakukan demenstarasi minggu besok usai liburan ini. Keluarga korban sudah tidak sabar menunggu hasil penyidik yang tidak ada juntrungannya,” pungkas Advokat Frando PID Siallagan.

Apa yang disampaikan Advokat Frando Siallagan itu diamiani DIRHUBAG MSPI Thomson Gultom. Dia mengungkapkan hasil investigasi yang dilaporkan Frando kepadanya yang merupakan hasil investigasi bersama tim ASISTENSI Polda Lampung dengan Penyidik Polres Lamteng.

“Sesuai hasil investigasi dan atau olah TKP penyidik Polres Lamteng bersama tim ASISTENSI dari Polda Lampung, yang saat itu saksi Zairin juga dilibatkan. Dan Saksi Zairin (pacar korban) di TKP mengakui mengetahui bahwa dirinya melihat Alm Ayu Wandra melakukan bunuh diri dengan cara melompat terjun kesungai. Dan Zairin sendiri kepada tim mengatakan berusaha mencari korban dan turun kesungai. Keterangan Zairin itu bertolak belakang dengan pengakuannya di BAP. Dari keterangan Zairin itu sendiri seharusnya penyidik sudah dapat menyimpulkan siapa yang harus bertanggungjawab dalam kasus pembunuhan Ayu Wandra. Jika seandaainya saksi Zairin berusaha menolong korban saat itu tetunya dia sudah memberitahukan kepada warga sekitar dan wargapun akan ikut mencari korban. Namun apa yang terjadi? Dua hari kemudian mayat Ayu Wandra ditemukan warga sudah menjadi mayat. Padahal sesaat setelah malam hari tanggal 22 Juli 2022 seluruh keluarga mencari Ayu Wandra, dan bahkan Zairin pun ditanya i,” ungkap DIRHUBAG MSPI Thomson Gultom menggali dan mengungkapkan proses penyidikan yang seharusnya sudah lama terungkap.

Lebih jauh Thomson Gultom mengungkapkan, bahwa dalam BAP saksi Zairin mengatakan tidak mengetahui keberadaan Ayu Wandra tersebut. Zairin hanya mengakui terakhir bersama Ayu Wandra Pkl 12.00 WIB pada tgl 22 Juli 2024 di jembatan Padang Ratu.
“Kalau disimak dari video saat olah TKP ulang, tgl 1 Mei 2024, percakapan dan atau pertanyaan penyidik ke saksi Zairi itu sebenarnya sudah sangat jelas kemana arah hasil penyelidikan,” ujar Thomson.

Jadi, kata Thomson, Kasat Reskrim Nikolas Bagas sudah lalai dalam tugasnya. Polri selaku Pelayan, Pelindung dan Pengayom masyarakat harusnya mengutamakan pelayanan dan menerima Kuasa Hukum Korban serta menjelaskan apa kesimpulan tim investigasi dari Polda Lampung.

“Saya kira keluarga korban pembunuhan tersebut berhak menerima pelayanan khusus dari penyidik. Membiarkan dan atau tidak menanggapi keluhan keluarga korban pembunuhan suatu tindakan buruk Kasat Reskrim Polres Lamteng,” tambah DIRHUBAG MSPI itu.

Terkait video hasil investigasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat saksi Zairin di bawa penyidik kata Thomson sudah di kirimkan kepada Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika untuk dipelajari.

“Saya sudah mengirimkan Video hasil olah tkp pada tanggal 1 Mei 2024 di atas jembatan Padang Ratu. Dan Pak Kapolda mengatakan agar berkoordinasi dengan Dirkrimum Polda Lampung. Dan video yang sama juga sudah saya kirimkan ke Pak Dirkrimum,” ujar Thomson Gultom.

Keluarga menuntut keadilan atas meninggalnya Ayu Wadra, gadis belia (umur 16 tahun) yang ditemukan terapung di Sungai Haduyang Ratu, Kp. Kahuripan, Kec. Padang Ratu, Kab. Lampung Tengah, pada tanggal 24 Juli 2022.

(glm/rmp)

Share.

About Author

Leave A Reply