Kajati DKI Diminta Tertibkan Pengawal Tahanan Jakarta Utara

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Seorang Terdakwa diduga di-istimewakan Kajari Jakarta Utara dan Kasi Pidum karena bertingkah seperti Wartawan saja memotret-motret disaat Pelapor (Korban) mengadakan jumpa Pers usai persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Selasa (11/6/2024). 

Terdakwa atas nama Edrick Tanaka Tan (ETT) yang mendapat ke-istimewaan dari tahanan lain itu seolah diberikan keleluasaan oleh pengawal tahanan bertindak bak wartawan dan bebas tidak diborgol sebagaimana tahan lainnya yang tangannya diborgol sesudah bersidang. 

Terdakwa Edrick Tanaka Tan yang didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU), Daswin melanggar Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu selain tidak diborbol juga tidak mengunakan baju rompi tahanan seperti tahanan lainnya.

Timbul pertanyaan, ada apa dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara?  
Apakah ke-istimewaan terdakwa Edrick Tanaka Tan tersebut atas persetujuan Kajari Jakarta Utara, Dandeni Herdiana dan atau rekomendasi dari Kasi Pidum Angga? atau kah atas loyalitas JPU Dawis, atau kah atas ulah nakal oknum pengawal tahanan Kejaksaan Jakarta Utara?

Apakah Kajari Jakarta Utara, Dandeni Herdiana yang baru 1 pekan menjabat memiliki kebijakan baru sehingga ada tahanan tertentu dapat diberikan fasilitas dan keistimewaan?

Kasi Pidum Kejari Jakarta Utara, Angga Dielayaksya ketika dikonformasi, Kamis dan Jumat pagi by Chat WhatsApp, tidak menjawab. Terlihat status WhatsApp-nya contreng dua.

Yang menjawab justru Kasi Intel Rans Fismy.  “Tidak benar itu bang!” ujarnya. Tetapi ketika ditanya atas rekomendasi siapa terdakwa Edrick Tanaka Tan mendapat fasilitas khusus? Kasi Intel Frans tidak menjawab lagi.

Sementara pengawal Tahanan, Kusno mengatakan kalau HP yang digunakan Terdakwa Edrick Takana Tan tidak diketahuinya milik siapa. “Bukan HP saya yang dipake memfoto,” ucap Kusno sebagaimana dikutib dari kabarone.com.

Siapa yang bertanggungjawab atas kejadian ini, Kajati DKI Jakarta harus membenahi jajarannya. Perlakukan diskriminasi ini tidak boleh terjadi.

Kajati DKI Jakarta, Rudi Margono SH MH., ketika dikonfirmasi Jumat, 14 Juni 2024 pagi, belum merespons konfirmasi yang diajukan.

Dikutib dari kabarone.com, keluarga korban melalui Kuasa Hukumnya, Arianto SH, meminta kepada JPU Dawis dan Kejari Jakut Dandeni Herdiana SH MH., untuk supaya serius menangani perkara KDRT tersebut.

(thomson)

Share.

About Author

Leave A Reply