Apa Kabar Kasus Dugaan Korupsi & Pungli Yang Sudah Lama Mandek di Kejari Kab. Tangerang?

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, BANTEN – Hingga berita ini diturunkan lagi, Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, Banten, terkesan ‘budek’ dengan tuntutan masyarakat terkait membludaknya kasus dugaan korupsi dan pungutan liar (pungli) yang sudah lama terkubur di Kejaksaan tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Tangerang, Ricky Tommy Hasiholan tampaknya cuek bebek dengan tuntutan masyarakat akibat tidak jelasnya penanganan sejumlah kasus dugaan pungli dan korupsi itu.

Ini daftar sejumlah kasus dugaan korupsi dan pungli yang sudah lama terkubur di Kejari Kabupaten Tangerang misalnya:
1. Kasus ambruknya (gedung) rumah pompa air dengan judul proyek ‘Pembangunan DI Kronjo 2’ senilai hampir Rp 1,2 milar yang dikerjakan oleh CV. Guna Bakti Putra, APBD TA 2022.
2.Kasus dugaan pungli PPDB SMAN 3 Kabupaten Tangerang Tahun Ajaran 2023/2024.

3. Kasus “bisnis kotor” di SMAN 13 Kabupaten Tangerang, misalnya:
– Pungli PPDB Rp 1 juta per siswa lewat jalur titipan.
– Penjualan buku paket 6 jenis Rp 400 ribu.
– Menjual pakaian seragam Rp 2 juta lebih.
– Memungut biaya study tour Rp 2,5 juta.
– Dugaan Penyimpangan Dana BOS.

4. Laporan LSM SOROD terkait Dugaan persekongkolan tender yang melibatkan rekanan CV. Mulia Arinda dan CV. Three Langgeng
5. Kasus ‘mega korupsi’ dugaan mark-up ‘Pengadaan Lahan RSUD Tigaraksa’.

Bukan rahasia umum lagi untuk ketemu dan meminta tanggapan langsung dari mulut Kajari Ricky Tommy Hasiholan adalah sesuatu yang sulit. Jadi tidak mengherankan bila sejumlah wartawan dan LSM pegiat anti korupsi mencap dia sangat alergi kepada LSM dan wartawan.

Berbeda jauh ketika Tommy dulu masih menjabat Kasi sebagai Pidana Khusus (Pidsus) di Kejari Kabupaten Tangerang, dia masih sering berinteraksi dengan kalangan wartawan dan para LSM pegiat anti Korupsi.

Beberapa kali RadarOnline.id berusaha menghubungi Kasi Intel Doni Saputra dan Kasubsi Muhammad Ilham agar bisa difasilitasi untuk mewawancarai Ricky Tommy Hasiholan, namun kedua orang tersebut tidak ada jawaban.

Terakhir, barusan, Jumat (14/6/2024), media online ini juga berupaya menghubungi Doni dan Ilham via telepon, namun mereka juga tampaknya budek, sebab tidak ada respon.

Diketahui sebelumnya, soal penilaian miring dari masyarakat terkait buruknya kinerja Kejari Kabupaten Tangerang, Kasubsi Ekmon Kejari Kabupaten Tangerang Muhammad Ilham mengatakan akan menyampaikannya langsung ke Tommy.

Ilham menegaskan, untuk penanganan dugaan korupsi lahan RSUD Tigaraksa masih sedang berlangsung oleh bidang Pidana Khusus (Pidsus).

“Kalau masalah RSUD Tigaraksa bang, itu masih ditangani oleh bidang Pidsus. Kalau prosesnya boleh dikatakan masih on going itu bang. Bidang Pidsus yang menanganinya,” jelas Ilham, di salah satu ruangan PTSP, baru-baru ini.

Terkait kasus-kasus lainnya, seperti dugaan pungli PPDB SMAN 3 Kabupaten, Kasus “bisnis kotor” di SMAN 13 Kabupaten Tangerang, Laporan LSM SOROD terkait Dugaan persekongkolan tender yang melibatkan rekanan CV. Mulia Arinda dan CV. Three Langgeng dan yang lainnya seperti yang disebutkan di atas, Ilham berjanji akan mencoba mencari kembali berkas laporannya.

Di mata masyarakat, keberadaan Tommy setelah menjadi Kajari Kabupaten Tangerang, dianggap spesialis untuk mengubur kasus-kasus dugaan korupsi dan pungli yang dilaporkan ke Kejari Kabupaten Tangerang.

Contohnya, kasus mega korupsi dugaan mark-up Pengadaan Lahan RSUD Tigaraksa. Sewaktu Kajari lama, Ferry Herlius masih menjabat, kasusnya sudah naik kepenyidikan sejak Juli 2023. Tapi sejak Tommy jadi Kajari, kini kasus itu makin lenyap seakan mau dikubur dalam-dalam.

Padahal, sudah 50 orang lebih diperiksa dalam kasus dugaan korupsi Pengadaan Lahan RSUD Tigaraksa senilai Rp 55 miliar pada bulan Juli 2023 lalu. Tiba-tiba bulan Mei 2024 heboh kabar pengembalian uang hasil korupsi sebesar Rp 32 miliar ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), meskipun hingga kini belum satu orang pun pihak tersangkanya.

PESTA TAMPUBOLON

Share.

About Author

Leave A Reply