Peredaran Bebas Oli Palsu! DR Rolas Sitinjak : Ini Kejahatan Serius

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Polda Banten menggrebek dua ruko diwilayah Kabupaten Tangerang, yakni ruko Bizstreet Blok W08 Kec. Panongan, Banten dan gudang di Ruko Picaso Blok P04/08A, Citra Raya, Kab. Tangerang, diduga memproduksi oli palsu dengan merk Yamalube, Federal Ultratec, MPX1, MPX2 dan SPX2 yang diproduksi khusus untuk kendaraan jenis sepeda motor sudah beredar luas di wilayah Kalimantan, Jakarta dan Banten, pada Selasa 21 Mei 2024.

“ Ironis! Peredaran oli palsu sangat membahayakan dan mengancam keselamatan para pengguna kendaraan bermotor, khususnya motor,” ujar DR. Rolas Budiman Sitinjak SH MH., Selasa (11/6/2024).

DR Rolas mengungkapkan bisnis haram oli palsu ini tentu pihak yang paling dirugikan adalah masyarakat. Pasalnya, masyarakat selaku konsumen kurang memahami, mengetahui bahkan sulit membedakan mana oli asli dan mana oli palsu.

“Bagi kita konsumen/masyarakat dipastikan kurang atau sulit memahami, mengetahui dan membedakan oli asli dan oli palsu, karena masyarakat umumnya jika mau melakukan perawatan kendaraan khususnya ganti oli, ya pergi ke bengkel,” papar Bang Rolas sapaan DR Rolas Sitinjak.

Oleh sebab itu, lanjut Bang Rolas, kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas oknum pelaku usaha (produsen) oli palsu beromzet Rp. 5.2 miliar yang diketahui beroperasi sejak tahun 2004 dilakukan PT NDK dengan pemilik YS yang mengemas produk oli palsu dengan sangat rapi, baik dari harga, kemasan, label, tanda pengamanan (stiker hologram), kode produksi, bau dan warna oli. Ciri oli palsu juga bisa dilihat berdasarkan warna dan bau. Sedangkan, Oli asli pada umumnya berwarna biru, kuning keemasan atau merah palsu.

“Demi keadilan bagi konsumen meminta tindak tegas pelaku usaha (produsen) oli palsu karena telah merugikan masyarakat. Konsumen memiliki hak-hak yang dilindungi dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Hak-hak konsumen tersebut antara lain hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa,” jelas DR Rolas Sitinjak.

Sebagaimana diketahui, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten membongkar pabrik oli palsu rumahan di dua lokasi di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten dengan dua tersangka HB (pemodal) dan HW (penanggungjawab lapangan) yang telah menjalankan bisnis beromzet Rp 5,2 miliar dalam tiga bulan terakhir itu.

“Ini kejahatan serius yang mengancam nyawa manusia. Tindak tegas pelaku (produsen) dan pengedar bisnis haram oli bekas tanpa pandang bulu yang merenggut hak konsumen sebagaimana tertuang dalam UU No. 8 /1999 tentang Perlindungan Konsumen,” tegas DR Rolas Sitinjak SH MH., yang juga pernah menggugat Roky Gerung ketika menghina Presiden Jokowi.

Yen

Share.

About Author

Leave A Reply