Diduga Dana BOS SMPN 30 Kota Tangerang Diselewengkan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, BANTEN – Kejadian luar biasa pandemi Covid 19 pada bulan Maret tahun 2020 hingga 2022 lalu, membuat Pemerintah menghentikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di seluruh sekolah.

Namun bagi SMPN 30 Kota Tangerang, Banten, momen penghentian PTM dan KBM itu patut diduga malah menjadi ajang dan kesempatan untuk menyelewengkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)-nya.

Mestinya, dengan dihentikannya KBM dan PTM tersebut, akan sangat berpengaruh terhadap tidak terpakainya penggunaan Dana BOS SMPN 30 Kota Tangerang.

Namun, tidak demikian kenyataannya, penggunaan Dana BOS sekolah tersebut pada item tertentu tampaknya boros juga seperti PTM dan KBM dilaksanakan secara normal.

Demikian sebagai berikut rincian penggunaan Dana BOS SMPN 30 Kota Tangerang dan patut diduga rincian ini

Pada TA 2020, SMPN 30 Kota Tangerang mendapat alokasi Dana BOS sebanyak 3 tahap. Tahap 1 Rp 281.490.000, tahap 2 Rp 375.320.000 dan tahap 3 Rp 320.430.000.

Berlanjut TA 2021, tahap 1 Rp 337.230.000, tahap 2 Rp 449.616.000, tahap 3 Rp 351.828.000 dan tahap 4 Rp 464.000.

Adapun pada TA ,2022 terdiri dari tahap 1 Rp 351.828.000, tahap 2 Rp 468.640.000 dan tahap 3 Rp 351.828.000.

Sementara dugaan rekayasa penggunaan Dana BOS SMPN 40 Kota Tangerang pada tahun 2021 misalnya, untuk asesmen/evaluasi pembelajaran tahap 1 Rp 8.225.000, tahap 2 Rp 25.078.500 dan tahap 3 Rp 66.335.000.

Untuk pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan tahap 1 Rp 5.495.000, tahap 2 Rp 14.370.000 dan tahap 3 Rp 23.072.000.

Untuk langganan daya dan jasa tahap 1 Rp 14.064.648, tahap 2 Rp 14.159.419 dan tahap 3 Rp 18.375.333. Termasuk untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, tahap 1 Rp 269.558.409, tahap 2 Rp 100.775.000 dan tahap 3 Rp 365.809.800.

Sementara untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah TA 2022, tahap 1 Rp 0, tahap 2 Rp 286.574.000 dan tahap 3 Rp 136.318.800.

Menurut Humas SMPN 30 Kota Tangerang Romelah, bahwa Kepala Sekolah tersebut yaitu Sahidin, sedang tidak di tempat karena ada acara diluar.

“Pak Kepala Sekolah (Sahidin) sudah keluar pak, ada acara sampai hari Jumat. Tadi pagi memang ada, tapi langsung ke luar ke acara workshop,” kata Romelah, Kamis (6/6/2024).

Demikian juga halnya dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaluddin tidak bisa ditemui di kantornya. Dan Ketika dihubungi melalui sambungan telepon dan pesan WA, Jamal sama sekali tidak merespon.

“Pak Kadisnya (Jamaluddin lagi keluar pak. Ada kegiatan di luar. Semua pada DL (Dinas Luar). Tadi pagi jam delapan sudah pada keluar,” kata Faisal, Security Disdik Kota Tangerang, Senin (6/6/2024).

PESTA TAMPUBOLON

Share.

About Author

Leave A Reply