HOT

Wali Kota Tangsel Diminta Batalkan Pemenangan PT. SUMBERSARI NUSANTARA GROUP Atas Proyek Senilai Rp 87 Miliar Milik DCKTR

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Radar Online.id, BANTEN – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Benyamin Davnie diminta turun tangan dan bertindak tegas supaya membatalkan pemenangan PT. SUMBERSARI NUSANTARA GROUP atas tender proyek senilai Rp 87 Miliar milik Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Tangsel.

Masalahnya, proses tender proyek berjudul “Pembangunan Gedung Parkir Cilenggang” bernilai HPS 87 miliar tersebut, diduga kuat sarat rekayasa oleh oknum-oknum tertentu untuk mengatur pemenangan PT. SUMBERSARI NUSANTARA GROUP.

Kepala Dinas CKTR Tangsel, Ade Suprizal tidak dapat dimintai tanggapannya terkait permasalahan indikasi kongkalikong pengkondisian tender proyek ini.

” Maaf pak, bapak Kepala Dinasnya, pak Ade Suprizal belum datang. Kalau datangnya gak tentu, kadang siang. Tapi nanti akan kami sampaikan,” kata Nanda, front office DCKTR Tangsel, Senin (25/03/2024).

Ditempat berbeda, Kabag Pengadaan Barang Dan Jasa (PBJ) pada Sekretariat Setda Kota Tangsel, Mochamad Hardi membenarkan bahwa ada surat dari LSM KCBI. Namun Hardi mengatakan surat tersebut akan dijawabnya kepada DCKTR Tangsel.

“Suratnya pasti akan saya jawab, tapi melalui DCKTR Tangsel dan setelah saya ke LKPP minta tanggapan,” ujar Hardi, Senin (25/03/2024) di lantai 3 gedung Unit Kerja Pengadaan Barang Dan Jasa (UKPBJ).

Sebelumnya diberitakan, DPP LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) bersama DPP Aliansi Masyarakat Monitoring Penegak Hukum Indonesia (AMMPHI), menyoroti pengumuman pemenang tender “Pembangunan Gedung Parkir Cilenggang” tahun 2024 di Kota Tangsel
karena diduga kuat menyimpang dan bermasalah karena sarat pengkondisian.

“Tender proyek Pembangunan Gedung Parkir Cilenggang senilai Rp. 87 miliar tersebut memang sangat problematik,” kata Joel, Ketua Umum PP LSM KCBI, dalam keterangannya, Kamis (21/03/2024).

Joel menegaskan, dirinya telah mengajukan surat permohonan agar dilakukan penghentian sementara atau pembatalan pemenang tender Pembangunan Gedung Parkir Cilenggang TA 2024 kepada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota (DCKTR) Tangsel dan Ketua Pokja Pemilihan, 3 hari sebelum ditetapkannya pemenang tender.

“Kejanggalannya cukup jelas, Dinas maupun Pokja Pemilihan punya alasan kuat untuk menghentikan proses tendernya dan membatalkannya serta merekomendasikan tender ulang,” tegas Joel.

Dia menjelaskan, berdasarkan penelusuran lembaganya, setidaknya terdapat beberapa temuan permasalahan berkaitan dengan tender Pembangunan Gedung Parkir Cilenggang diantaranya yaitu :

1. Seperti diketahui bersama, DCKTR Tangsel pada tahun 2024 merencanakan Pembangunan Gedung Parkir Cilenggang. Berdasarkan Sistem Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) diketahui bahwa pagu anggaran yang dialokasikan untuk Pembangunan Gedung Parkir Cilenggang sebesar Rp. 87 miliat. Di dalam rincian pengadaan dengan judul “Pembangunan Gedung Parkir Cilenggang” tidak terdapat informasi secara jelas mengenai volume pekerjaan. Hal ini tentunya tidak sesuai dengan prinsip pengadaan barang/jasa terkait transparansi informasi.

2. Dari 34 perusahaan yang ikut tender, hanya 1 peserta yang mengajukan penawaranyaitu PT. SUMBERSARI NUSANTARA GROUP dengan penawaran senilai Rp. 84.958.921.846,06 atau 97, 65 % dari nilai HPS. Hal tersebut diduga disebabkan adanya diskriminasi terhadap peserta tender melalui persyaratan yang memberatkan bagi penyedia lainnya.

3. Data kualifikasi PT. SUMBERSARI NUSANTARA GROUP yang diduga direkayasa atau dipalsukan. Hal ini patut diduga bahwa proses tender tersebut hanya bersifat formalitas semata karena tidak adanya kompetisi penawaran antar para penyedia.

Lebih Lanjut, Maruli Gultom Ketua Umum AMMPHI Mengatakan, sejumlah permasalahan tersebut jelas-jelas menunjukkan adanya keberpihakan oknum Pemkot Tangsel dari awal kepada peserta tertentu sehingga lelang hanya formalitas belaka alias paket tender sudah diploting.

PESTA TAMPUBOLON

Share.

About Author

Leave A Reply