HOT

Kasus Bocah SMP Yang di Digauli Oknum Guru ‘K’ Garut Diuangkan 200 Juta

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, GARUT – Kasus bocah SMP di Garut sebut saja Bunga (13) yang di Gauli oleh Oknum Guru berinisial ‘K’ diketahui telah berdamai dengan nilai transaksi uang senilai 200 juta rupiah. Informasi telah adanya perdamaian antara pelaku dengan pihak keluarga Bunga di peroleh dari berbagai sumber termasuk dari Kake Bunga sendiri,Dasman saat di temui Kamis sore (7/3/2024) di kediaman Dasman wilayah Rancabuaya Caringin Garut. Saat diwawancarai Dasman menyebutkan bahwa pihak keluarga sudah berdamai dengan pelaku oknum Guru ‘K’ pelaku pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang menimpa cucunya itu.

” Pihak keluarga sudah berdamai dengan pelaku dengan perjanjian pihak keluarga tidak akan menuntut secara hukum,” ujar Dasman. Usai musyawarah perjanjian damai pelaku akan memberikan uang senilai 200 juta,” kata Dasman. Dari hasil mediasi dan perjanjian yang di pasilitasi oleh dua orang dari pihak pelaku uang 200 juta baru bisa di berikan senilai 100 juta, sedangkan sisanya menyusul kemudian.

“Uang 100 juta yang di berikan pelaku saya hanya menerima 30 juta, sinyanya katanya di bagi bagi,” kata Dasman Sedangkan sumber lain mengatakan, pembayaran untuk menutup kasus hukum itu baru di bayarkan oleh pelaku oknum Guru ‘K’ sebesar 50 juta rupiah, sisanya menyusul dengan perjanjian kasus ditutup untuk tidak dilanjutkan. ” Saya mendengar baru cair 50 juta dengan rincian 20 juta untuk korban, 30 juta lagi tidak tahu untuk siapa siapa saja,” ujar Sumber.

Saat ditanya kapan kira kira sisa pembayaran akan di bayarkan oleh pelaku? Dasman mengaku tidak tahu kapan sisa pembayaran itu akan diserahkan, sebab hingga kini dirinya belum menerimanya.

” Oh, soal sisanya saya tidak tahu kapan sisanya di bayar. Pokoknya dalam bulan ini,” kata Dasman usai menanda tangani perjanjian damai dengan pihak pelaku sekitar Februari awal kejadian.

Perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh K oknum guru seharusnya segera ditangani oleh pihak berwajib, sebab kasus tersebut meski tidak ada laporan dari keluarga tetap harus di proses karena bukan Delik Aduan. Apalagi ini korbannya masih dibawah umur masuk dalam undang undang tentang perlindungan anak nomor 23 tahun 2024 pasal 81-82 pelaku dapat dipidana maksimal 15 tahun penjara. Kembali kepada Dasman melanjutkan Wawancara bahwa kondisi Bunga saat ini sedang hamil sekira dua bulan. ” Ya Bunga sedang Hamil usia kandungannya sekira dua bulan,” ungkapnya.

Dasman juga mengungkap bahwa Bunga sudah menikah dengan pelaku oknum Guru K yang telah menodainya. ” Bunga sudah menikah di wilayah Caringin sekira 20 hari yang lalu,” ujar Dasman.

Ada nya informasi bahwa Bunga sudah dinikahkan dengan pelaku, padahal masih dibawah umur tentu saja Masyarakat mengaku geram atas perbuatan pelaku yang sudah kelewat batas seperti binatang,apalagi pelaku merupakan seorang guru yang semestinya menjadi contoh baik untuk generasi penerus bangsa.

” Kok sepertinya pihak keluarga ada kesan korban seolah dijadikan komersil. Tega benar, anak ingusan kok dijadikan sapi perahan,” kata beberapa warga keheranan. Sebagaimana diketahui perbuatan biadab dan bejad moral ‘K’ diketahui telah menggauli siswinya sebut saja Bunga (13).

Bunga merupakan siswi SMP kelas 7.

Menurut pengakuan korban, K telah menggaulinya 4 kali berturut turut di salah satu penginapan kawasan wisata Pantai Rancabuaya Caringin Garut.

Menurut pengakuan korban saat dikonfirmasi di rumah Kakeknya, pada Minggu malam (28/1/2024) mengaku dirinya telah digauli oleh guru K secara berturut turut sejak tanggal 23 hingga 26 Januari 2024 lalu.

” Ya saya telah di Gauli oleh Pak K guru saya di penginapan,” ucap Bunga sambil tertunduk malu.

Saat ditanya kenapa mau saja di Gauli oleh guru K, bunga mengaku karena K telah mengimingi akan di beri sebuah Motor.

” Saya mau di Gauli karena mau di kasih motor,” ujar Bunga polos.

Di ketahui bahwa K merupakan seorang guru yang statusnya adalah guru P3K. Beberapa sumber lain yang tidak lain adalah masih keluarga korban mengungkapkan, kelakuan bejat Oknum Guru K, tahun lalu pun melakukan perbuatan yang sama kepada siswa kepada siswi di SMP yang sama. Bahkan sampai hamil, sayangnya siswi tersebut dinikahi oleh orang lain bukan oleh K.

Seharusnya oknum guru K bisa di jerat pasal berlapis mengenai perlindungan terhadap anak, yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak. Dalam Pasal 81 dan 82 Undang-Undang tentang Perlindungan Anak ini diatur bahwa pelaku pelecehan seksual terhadap anak dipidana penjara maksimal 15 tahun penjara.

Dengan berbekal surat perjanjian damai yang sudah di sepakati,kini oknum guru K bebas berkeliaran tanpa ada proses hukum. Masyarakat Caringin mengaku khawatir kejadian serupa bakal terulang dan menimpa terhadap anak dibawah umur oleh perilaku oknum guru K yang tidak bermoral itu, apa lagi perbuatan pelaku dibiarkan. Kasihan Bunga, masa depannya hancur lebur karena direngut oleh gurunya sendiri.

Hingga berita ini disusun, oknum guru K semakin sulit ditemui untuk dimintai klarifikasi terkait pernikahannya dengan Bunga, namun beredar informasi bahwa oknum guru K berada di wilayah Margahayu Ciparay Sukajaya di Kecamatan Cisewu, karena sesuai SK P3K, oknum guru K ditugaskan di salah satu SMP Satap.

” Informasinya BKD Garut sudah melakukan BAP kepada oknum guru K, namun BKD belum memberikan sanksi kepada oknum K,” ungkap Sumber. (Asp)

Editor:Nas

Share.

About Author

Leave A Reply