Dugaan Korupsi Waduk Cilangkap dan Munjul Milyaran Dilaporkan Kejati DKI

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pada proyek Waduk Cilangkap dan Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, Tahun Anggaran 2022 dan 2023 miliaran rupiah.

Jumlah anggaran yang digelontorkan Pemprov DKI Jakarta untuk pembangun kedua waduk tersebut senilai Rp 80 miliar, namun realisasi dilapangan diduga tidak sesuai bestek yang mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai puluhan miliar.

Dari hasil investigasi Indonesia Corupption Observer bahwa sejumlah item tidak sesuai bestek sehingga dilaporkanlah kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. 

” Kita telah melaporkan kasus dugaan korupsi berjemaah itu kepada Kajati DKI pekan lalu. pekerjaan dua waduk itu sarat dengan mark-up atau penggelembungan harga. oleh karena itu kita berharap Bapak Kajati DKI segera melakukan penyelidikan terhadap laporan kita,” ujar Ketua Indonesian Corruption Observer, Order Gultom, kepada awak media, di Jakarta, Selasa (27/2/2024).

Dengan gamblang dia menrinci dugaan KKN, seperti harga besi di proyek itu Rp 21.000 per kg sementara harga pasar atau perusahaan lain yang terdaftar di e-katalog hanya Rp 16.000 per kg. Selain itu mark-up, pekerjaan tidak sesuai spesifikasi.

Sebagai buktinya, saat ini jalan di lingkungan waduk sudah rusak parah padahal baru setahun dikerjakan. “Sekarang jalan rusak dilingkunagan waduk itu di cor ulang tanpa melakukan pembongkaran terhadap kontruk yang lama dengan coran tipis. Seharusnya yang rusak itu dibongkar terlebih dahulu dan dibuang lalu kemudian dilakukan pengecoran ulang. Kita khawatir jalan itu akan rusak kembali karena kualitasnya dibawah standar,” ungkap Order.

Dia mengungkap kerugian negara di proyek waduk Cilangkap dan Munjul mencapai miliaran rupiah. Oleh karena itu, BPK RI harus mengaudit tuntas dugaan korupsi tersebut.

“Setelah ini masih ada sejumlah lokasi yang akan kita laporkan ke Aparat Pengek Hukum (APH),” tutup Order.

Thomson

Share.

About Author

Leave A Reply