Diduga Memalsukan SHM, MSPI Minta Menteri ATR Kepala BPN RI Copot Salah Satu Dirjennya

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Direktur Hubungan Antar Kelembagaan (DIRHUBAG) Monitoring Saber Pungli Indonesia (MSPI) Thomson Gultom minta Menteri ATR/Kepala BPN RI copot Dirjen VII Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Kementerian ATR-BPN, Ilyas Tedjo Priyono, karena diduga telibat dalam penerbitan Sertifikat Hak Milik atas nama Mar menjadi atas nama Aly.

“Kita minta Menteri ATR Kepala BPN RI Jenderal (Purn) Hadi Tjahyadi memcopot salah satu menterinya yang diduga terlibat dalam palsuan Sertifikat Hak Milik (SHM) melalui program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) pada tahun 2021 silam,” ujar DIRHUBAG MSPI Thomson Gultom.

Sementara peristiwa pemalsuan SHM itu hanya seorang pegawai non PNS yang diberikan sanksi, yakni sanksi pemecatan. sementara yang lainnya sepertinya sengaja di loloskan dari sanksi, salah satunya Dirjen tersebut diatas.

“Pemalsuan SHM itu Berujung Pemecatan terhadap seorang pegawai Non PNS. Sementara yang lain sepertinya lolos,” ungkap Thomson Gultom.

Yang membuat miris, pemalsuan sertifikat itu diduga atas perintah Kepala Kantor (Kakan) dan Kasubsi. Padahal program PTSL adalah salah satu program pemerintah yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan sertifikat tanah secara gratis. Sertifikat cukup penting bagi para pemilik tanah, tujuan PTSL adalah untuk menghindari sengketa serta perselisihan di kemudian hari.

Yang menjadi perhatian adalah bahwa tujuan PTSL adalah untuk menghindari sengketa serta perselisihan di kemudian hari justru diperunyam pejaba/pegawai/PPNS itu sehingga membuat masalah baru dimana SHM yang seharusnya atas nama Maryah dirubah menjadi atas  nama Alyah.

Hal ini terjadi di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Adm Jakarta Selatan pada tahun 2021, silam dimana Kepala Kantornya saat itu Ilyas Tedjo. (Herl/Gltm)

Share.

About Author

Leave A Reply