Buka Konferensi Wilayah NU Sulsel, Khofifah: Politik Muslimat Politik Kebangsaan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, MAKASSAR – Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa menegaskan organisasinya tidak akan terafiliasi dengan partai apapun di Pemilu 2024 mendatang.

Menurutnya Muslimat NU hanya membangun politik kebangsaan yang berorientasi pada penegakan konsensus bangsa.

“Jadi muslimat ini politiknya kebangsaan, tidak terafiliasi ke salah satu partai,” kata Kofifah saat membuka Konferensi Wilayah XI PW. Muslimat NU Sulsel di Auditorium K.H. Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar.

Mantan Menteri Sosial ini juga mengingatkan Muslimat NU potensi kontraksi politik menjelang Pemilu dan Pemilihan Presiden. 

“Kalau dapat pertanyaan soal pilihan politik, jawab saja Muslimat NU menjalankan politik kebangsaan, yang menjaga agama dan kekuasaan. Agama menjadi fondasi, sementara penguasa adalah pelindung,” sebut Gubernur Jawa Timur ini.

Selain itu Khofifah Indar Parawansa juga meminta kepada seluruh muslimat NU agar memperhatikan anak yang terindikasi stunting.

“Seluruh pengurus Cabang NU untuk menjadi bunda asuh anak teridikasi stunting,” kata Khofifah.

“Bagaimana kita harus menyiapkan anak-anak emas pada tahun 2045 maka dari mulai 40 hari masa kehamilan sampai 1000 hari pasca kehidupan. Nah itulah yang harus diedukasi kepada semua masyarakat,” tambahnya.

Sehingga, kata dia calon pengantin itu harus diberikan edukasi sehingga ketika hamil mereka sudah siap agar tidak terjadi stunting.

“Kalau ditemukan balita atau diindikasi stunting maka saya meminta kepada Muslimat satu anak satu hari harus didukung dengan telur. Kalau satu bulan 30 butir telur itu setara dengan 2 Kg,” pungkasnya. 

Diketahu Konferensi Wilayah XI Muslimat NU Sulsel dengan tema penguatan Kelembagaan Muslimat NU untuk Membangun Kemandirian dalam Menyongsong Kepemimpinan Nasional, ini dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua PW Muslimat NU Sulawesi Selatan, A. Majdah Agus Arifin Numang yang juga Rektor Universitas Islam makssar, dan para pengurus Muslimat Sulsel.

TIAR

Share.

About Author

Leave A Reply