Kasus Dugaan Pemerasan Oleh Oknum Anggota Polsek Kota Tangerang Terus Bergulir

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA TANGERANG – Kasus Dugaan Pemerasan yang diduga dilakukan oleh Oknum anggota Polisi berinisial AS yang bertugas di Polsek Kota Tangerang terus bergulir dan memasuki babak baru. Pasalnya, pelapor beserta istrinya dalam kapasitasnya sebagai saksi sudah diperiksa atau di mintain keterangan oleh Propam Polda Metro Jaya baru baru ini.

Adapun dugaan Pemerasan dialami oleh Ray Shakti Purba yang terjadi pada tanggal 24 Agustus 2020 di kantor Kepolisian Sektor Kota Tangerang, dan permasalahan ini sudah di laporkan ke Polres Metro Tangerang pada tanggal 19/11/2020 dengan nomor Laporan LP/B/992/XI/2020/PMJ/Restro Tangerang Kota.

Oknum anggota Polisi AS di laporkan bersama dengan dua orang lainya yang merupakan warga Sipil yaitu berinisial HS, MT yang diduga ikut serta dalam melakukan dugaan Pemerasan tersebut.

Kronologis dugaan tindak pidana pemerasaan yang terjadi di Polsek Tangerang bermula dari Ray Shakti Purba sebagai pelapor, dan istrinya yang bekerja di tempat HS, istri Ray yaitu Junita diketahui menjadi korban penipuan melalui media elektronik dengan mentransfer uang sebanyak Rp. 73.500.000,-. dan permasalahan ini sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/5641/IX/YAN 2.5/2020/SPKT/PMJ pada tanggal 22/9/2020.

Uang yang ditransfer oleh Junita istri Ray Sakti Purba merupakan uang kantor milik HS sebesar Rp. 72.000.000,-. dan HS meminta kepada Ray supaya mengembalikan uang miliknya, Ray di jemput oleh pelaku AS dan MT dan diminta untuk ikut ke Polsek Tangerang untuk menyelesaikan permasalahan penggantian uang kantor milik HS.

Saat tiba di Polsek Tangerang sebagai tempat kejadian perkara (TKP), Ray diminta paksa oleh AS yang merupakan anggota Polisi untuk menyerahkan seluruh harta benda miliknya sebagai pengganti uang milik HS yang Rp. 72.000.000,- yang raib akibat dari penipuan yang dialami oleh istrinya.

Akhirnya Ray dipaksa untuk mentransfer uang sebesar Rp. 22.000.000,- ke rekening BRI milik HS, selanjutnya Ray menyerahkan sebuah kunci kontak mobil Luxio berserta BPKB dan STNK, dan AS meminta Ray untuk menanda tangani surat pernyataan musyawarah, padahal Ray tidak dilibatkan pada saat pembuatan surat musyawarah tersebut.

Atas kejadian tersebut, Ray merasa diperas oleh Albert Sianturi (AS), Hatma Sihombing (HS) dan Martinus Tarigan (MT), dikarenakan dipaksa untuk mengganti dengan berupa 1 unit Mobil Daihatsu Luxio berikut dengan BPKB dan STNK serta di paksa mentransfer uang sebesar Rp. 22.000.000,- ke Rekening Hatma Sihombing, Karena adanya paksaan dari AS akhirnya Ray menuruti semua permintaan AS dan menanda tangani surat pernyataan tersebut.

Untuk diketahui bahwasanya sebelum dugaan tindak pidana pemerasan tersebut terjadi, Ray sudah memberikan uang sebesar Rp. 12.000.000,- kepada Hatma Sihombing sebagai bentuk pertanggung jawaban moral atas kejadian penipuan yang dialami oleh Junita istrinya yang mengakibatkan kerugian Hatma Sihombing, demikian keterangan yang disampaikan oleh Ranop Siregar, S. H,. M. H selaku Kuasa Hukum dari Ray Shakti Purba kepada RadarOnline Rabu, 27/10/2021.

RODI B. SITIO

Share.

About Author

Leave A Reply