HOT

Oknum Anggota Polri Bantah Serobot Tanah Warga, Tapi Mengakui Tanah Tersebut Sebagai Tanah Garapan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA TANGERANG – Salah seorang Anggota Polri aktif yaitu Slamet Riyadi yang bertugas di Polsek Pademangan Jakarta dan berdomisili di Gang Kelurahan Blok D 100 RT 005 RW 001 Kelurahan Naroktog, Kota Tangerang, Provinsi Banten yang sebelumnya diberitakan media ini diduga menyerobot tanah salah seorang warga yang terletak di RT 005 RW 001 Kelurahan Naroktog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Bahkan akibat dari dugaan penyerobotan tanah tersebut, yang tanpa hak memasuki, menguasai, mengambil hasil dan Memanfaatkan dengan Membangun gudang seluas kurang lebih 1.250 M2 diatas tanah milik Almarhum Raman bin Gering, Slamet Riyadi yang merupakan anggota Polri aktif telah di laporkan ke Propam Polda Metro Jaya oleh ahli waris almarhum Raman Bin Gering yaitu Tipis yang merupakan istri sah dari almarhum serta 10 orang anaknya melalui Kuasa Hukumnya yaitu Ranop Siregar, S.H., M.H.

Adapun bantahan yang disampaikan oleh Slamet Riyadi melalui Albert Luter, S.H., dan Tunggul Tobing, S.H selaku Kuasa Hukumnya menyampaikan, “bahwa tidak benar ada penyerobotan tanah warga, tanah yang dimaksud diserobot oleh klien kami merupakan tanah garapan yang telah ditelantarkan oleh pihak yang mengaku ahli waris yang sudah 20 tahun lebih berturut-turut dan adanya bukti surat dan keterangan saksi yang menunjukkan bahwa tanah tersebut sudah dijual.

“tanah tersebut faktanya sudah digarap oleh orang lain secara turun-temurun dan sejak tahun 2017 mulai digarap oleh klien kami yang memperoleh garapan dari penggarap sebelumnya yg bernama Jaini dan diketahui oleh RT setempat, Justru ada tindakan dari ahli waris yang mengajukan sertipikat dan menerbitkan pajak diatas tanah sengketa tersebut dengan melampirkan surat keterangan penguasaan fisik dan tidak sengketa atas tanah tersebut sedangkan pada faktanya fisik mereka tidak kuasai dan faktanya saat ini dalam status sengketa jelas tindakan tersebut patut diduga ada unsur keterangan palsu.

Pertanyaannya siapa yang mengarahkan ahli waris yang katanya hanyalah seorang janda untuk membuat dokumen-dokumen tersebut? Terkait laporan ke Propam Polda Metro Jaya silakan dibuktikan namun perlu digaris bawahi ada konsekuensi Hukum bilamana laporan tersebut nantinya tidak terbukti, dan terkait dengan gugatan di Pengadilan Negeri Tangerang benar adanya dan kami himbau agar para penggugat fokus saja membuktikan gugatannya karena kami juga akan menghadirkan bukti-bukti dan fakta-fakta menarik dalam pembuktian nantinya dan kami peringatkan hati-hati mengumbar informasi ke halayak umum sedangkan belum ada putusan hukum yg berkekuatan hukum tetap, karena informasi tersebut membawa dampak kepada keluarga, profesi serta istitusi klien kami, dan bilamana nanti tudingan tersebut tidak terbukti tentunya semua ada konsekuensi hukumnya, demikian bantahan yang disampaikan Slamet Riyadi melalui Kuasa Hukumnya kepada RadarOnline.id terkait pemberitaan dengan Judul Diduga Serobot Tanah Warga, Oknum Anggota Polri Dilaporkan Ke Propam.

Berdasarkan tanggapan yang disampaikan oleh Kuasa Hukum Slamet Riyadi, tidak diketahui dengan pasti, apakah tanah garapan yang diperoleh dari penggarap sebelumnya dan disaksikan oleh Rukun Tetangga (RT) setempat, dapat dijadikan menjadi dasar Hukum yang Sah untuk memasuki, menguasai, mengambil hasil dan bahkan Membangun bangunan diatas tanah tersebut.

Untuk diketahui, selain di laporkan ke Propam Polda Metro Jaya, Slamet Riyadi juga di gugat ke Pengadilan Negeri Tangerang sebagai Perbuatan Melawan Hukum dengan nomor perkara 942 Pdt. G/2021 PN. Tng.

Dalam gugatan yang diajukan oleh ahli waris Raman Bin Gering melalui Kuasa Hukumnya, ada tiga nama yang disebutkan selain Slamet Riyadi yang menjadi tergugat I, disebutkan juga dalam gugatan yaitu Jaini Ubay, Sudin dan Suanta Maulana alias Aseng masing masing tergugat II, III dan IV.
(Rodi B. Sitio)

Share.

About Author

Leave A Reply