HOT

Proyek Pustura Diduga Sarat Penyelewengan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, TANGERANG – Upaya untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya oleh kontraktor pelaksana proyek yang dibiayai dari APBD Kabupaten Tangerang tampaknya tidak akan pernah usai. Tindakan mengurangi volume pekerjaan seolah telah mendarah daging. Salah satunya adalah kontraktor yang melaksanakan pembangunan Pusat Holtikultura.

Perusahaan penyedia jasa konstruksi ini terpantau melakukan pengurangan volume pada pekerjaan pembuatan kolom atau tiang beton.

Pantauan radaronline.id, ukuran kolom rata-rata 23 cm dan 24 cm. Sedangkan pada gambar rencananya tertera bahwa kolom berukuran 25 x 25 cm.

Pengurangan ukuran kolom tersebut tentu saja telah diawali dengan pengurangan lingkar besi tulangan (sengkang) nya. Sebab, jika tidak diperkecil, maka besi sengkang tidak akan tertutup oleh selimut beton.

Pengurangan volume pekerjaan diduga juga dilakukan pada jenis pekerjaan lainnya. Seperti jarak besi sengkang dan ketebalan beton halaman.

Khusus untuk pekerjaan beton keliling bangunan, indikasi bahwa ketebalan beton cor tidak sesuai ukuran yang seharusnya terlihat dari adanya upaya akan mengarahkan Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP) untuk melakukan core drill ketebalan beton pada titik – titik yang telah ditentukan oleh kontraktor.

Diketahui, proyek “Pembangunan Pusat Hortikultura (Pustura)” berbiaya Rp 3.837.732.000,- dan dilaksanakan oleh CV. Berkah Makmur.

Hingga berita ini dilansir, pihak Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang yang hendak dikonfirmasi terkait pelaksanaan proyek tersebut, tidak berhasil ditemui. Kepala Bidang Bangunan pada DTRB, Engkus Kusnadi disebut sedang tidak berada di kantor. Sementara Pejabat Pelaksana Teknis Pekerjaan (PPTK) nya tidak diketahui.

“PPTKnya tidak tahu pak. Kalau pak Kabid sedang ada rapat diluar” kata seorang pegawai yang ditemui di kantor DTRB Kabupaten Tangerang, Selasa (19/10/2021).

JUARA SIMANJUNTAK

Share.

About Author

Leave A Reply