Kakanwil DKI Jakarta Meminta Managerial Chanel Narasitv Klarifikasi Dan Pernyataan Maaf

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) DKI Jakarta, Ibnu Chuldun menuntut pihak Chanel “Narasinewsroom” melakukan klarifikasi dan permintaan maaf kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang Jakarta Timur, Kanwil DKI Jakarta, Direktorat Jenderal Ditjen Pemasyarakatan (DitjenPas) dan Kemenkumham RI atas pemberitaan di Chanel Narasitv tayangan, Selasa (12/10/2021) yang tidak sesuai dengan fakta atau tidak benar adanya pemberitaan yang disampaikan tentang keadaan di dalam Lapas Kelas I Cipinang.

” Kita sangat menyayangkan tayangan di channel YouTube Narasinewsroom yang memberitakan tentang keadaan di Lapas Cipinang yang tidak sesuai dengan fakta. Kita menuntut pihak Chanel www.Narasitv melakukan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maafnya ke Lapas Cipinang,” ujar Kakanwil Kumham DKI Jakarta Drs. Ibnu Chuldun Bc.Ip, M.Si kepada radaronline.id, Kamis (14/10/2021) pagi.

Atas adanya berita tersebut Kakanwil DKI Jakarta langsung melaksanakan sidak mengecek langsung ke kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan tidak menemukan apa yang disangkakan seperti dalam video tersebut.

“Setelah saya lakukan sidak ternyata apa yang diberitakan tidak benar semuanya. Ada sejumlah narasi yang tidak sesuai fakta. Oleh karena itu saya perintahkan Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Tonny Nainggolan untuk meminta klarifikasi ke Narasi Newsroom yang bertanggungjawab atas dimuatnya berita tersebut. Dan setelah dilakukan klarifikasi pihak “Narasinewsroom” mengakui kekeliruannya,” ujar Ibnu.

Menurut Kakanwil dia langsung memerintahkan Kalapas Cipinang Tonny Nainggolan bersama Kabid Administrasi dan Keamanan, Haryoto dan Ka. KPLP, Heriyanto Syafrie mendatangi kantor Narasi Newsroom di Gedung Inti Land, Rabu (13/10/21).

“Dalam pertemuan itu mereka (Kalapas Cipinang) bertemu dengan Manager Program dan produsernya Sdr. Laban dan penanggungjawab siaran Sdr. Arbi. Pihak “Narasinewsroom” menyadari adanya kekeliruan dalam narasi pemberitaan. Dan dalam hal klarifikasi akan dilakukan pihak Narasinewsroom.” ungkap Kakanwil.

Kakanwil Ibnu Chuldun menyampaikan bahwa apa yang telah ditayangkan channel ‘Narasinewsrom” tidak seluruhnya benar. Ada narasi narasi yang mendiskreditkan lembaga Pemasyarakatan karena tidak sesuai fakta. Ibnu berharap

dan menuntut klarifikasi dan pertanggungjawaban atas penayangan konten yang diyakini salah dan menyesatkan opini publik, dimana dalam video tersebut sangat mendiskreditkan Lapas Kelas I Cipinang karena konten didalamnya tidak semuanya benar tentang Lapas Kelas I Cipinang.

Dalam pertemuan Kalapas Cipinang meminta pihak Narasi untuk meminta maaf kepada Lapas Kelasi I Cipinang, Kakanwil DKI Jakarta, Dirjen Pemasyarakatan dan tentunya kepada Menteri Hukum dan HAM RI melalui media sosial dan menarik konten yang menyesatkan opini publik.

Kakanwil DKI Jakarta, Ibnu Chuldun menerangkan bahwa klarifikasi yang telah dilakukan menunjukkan itikad baik sebagai koreksi atas kekeliruan dengan melakukan komunikasi dan tanggapan atas konten-konten yang menyesatkan publikserta mendiskreditkan Lapas Kelas I Cipinang.

“Apa yang kita lakukan adalah merupakan komitmen kita bersama untuk terus menjaga marwah pemasyarakatan dan tentunya citra positif Kementerian hukum dan HAM dan negara kesatuan republik Indonesia,” tegas Ibnu Chuldun.

Kepala Lapas Cipinang lebih jauh menyampaikan hasil pertemuan. “Dalam kesempatan ini, Sdr. Laban selaku manager program, mengakui kekeliruannya dan telah melakukan tindakan berupa ralat dalam deskripsi di konten video yang sama. Sementara itu, yang bersangkutan tidak mau mencabut konten video dengan dalih melanggar UU jurnalistik. Selanjutnya Narasi TV akan membuat fresh konten setelah melakukan liputan langsung di Lapas Kelas I Cipinang dalam waktu dekat ini,” ujar Kalapas Cipinang Tonny Nainggolan ketika dikonfirmasi, Kamis, (13/10/2021).

Tonny mengungkapkan hasil pertemuan dengan pihak “Narasinewsroom” bahwa berdalih telah menghentikan konten promo dari video konten agar Narasi tidak lagi mendapat sponsor dari iklan konten tersebut dari semua channel Narasi yang telah menayangkannya. Tidak puas dengan jawaban tersebut, Kalapas Kelas I Cipinang tetap meminta pihak Narasi untuk meminta maaf melalui konten youtube.

“Setelah melalui komunikasi yang cukup alot, akhirnya diperoleh kesepakatan yaitu pihak
Narasinewsroom akan membuat fresh konten untuk meluruskan informasi dari konten sebelumnya. Dalam fresh konten tersebut nantinya Narasi akan meminta maaf kepada Kalapas Cipinang, Kakanwil, Dirjenpas dan Menteri hukum dan HAM RI,” ujar Kepala Lapas Cipinang Tonny Nainggolan.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply