Tiga Tahun Jadi DPO, TSK Berhasil Diamankan di Depok

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK, JAWA BARAT — Akhirnya tak berkutik ketika diamankan tim intelejen Kejaksaan Agung RI serta dibantu tim intelejen Kejari Depok, Ade Ohoiwutu (41 tahun), di kediamannya Jalan Tanjakan Saung Tenda No. 98 Sukamaju, Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Ade Ohoiwutu selaku Bendahara Pengeluaran, di Sekretariat DPRD Kota Tual, Maluku tersebut selama tiga tahun menjadi DPO, terlibat tindak pidana dalam kasus Korupsi Pengadaan Makan Minum DPRD Tahun Anggaran 2010 yang merugikan negara hingga Rp 3,1 milyar.

” Jadi, Ade Ohoiwutu sebagai tersangka telah terbukti sah bersalah melakukan tindak pidana Korupsi senilai Rp 3,1 milyar terkait Pengadaan Makan Minum DPRD Tahun Anggaran 2010 dan dijatuhi hukuman enam tahun penjara berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI No. 834/K/Pid.Sus/2017, tanggal 20 Februari 2017,” ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Andi Rio Rahmat SH., Rabu (22/9/2021).

Ia menjelaskan, bahwa terpidana Ade Ohoiwutu dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana Korupsi Pengadaan Makan Minum Anggota DPRD Kota Tual tahun 2010 karena selaku Bendahara Pengeluaran pada Sekretariat DPRD Kota Tual yang bekerja sama dengan Sekretaris DPRD Kota Tual, Dra. Hj. M. Kabalmay yang telah ditahan di Kota Tual, Maluku.

“Namun, selama tiga tahun dari putusan Mahkamah Agung RI tanggal 20 Februari 2018 hingga September 2021 terpidana Ade Ohoiwutu melarikan diri atau DPO dan bersembunyi di Kota Depok. Akhirnya, tim intelijen Kejaksaan Agung RI dibantu tim intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok berhasil meringkus di kediamannya di Jl. Tanjakan Saung Tenda No.98, Kel. Sukamaju, Kec. Cilodong, Kota Depok,” jelas Andi Rio Rahmat SH.

Menurutnya, bahwa terpidana yang sebelumnya beralamat di Jl. Citra Jati Damar, RT 002/004, Kec. Dullah Selatan, Kota Tual, Maluku berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 834 K/Pid.Sus/2017 Tanggal 20 Februari 2018. “Kemudian, dihukum enam tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan serta pidana tambahan mengganti uang sebesar Rp 787 juta jika tidak mampu membayar denda maka dipidana penjara selama tiga tahun,” tutur Andi Rio.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Andi Rio Rahmat SH., menambahkan bahwa anggota tim intelinjen Kejari Depok hanya membantu tim intelijen Kejagung RI untuk mencari dan berhasil meringkus DPO Ade Ohoiwutu tanpa perlawanan di salah satu rumah di Jl. Tanjakan Saung Tenda, Kel. Sukamaju, sekitar pukuk 15:20 WIB, Rabu (22/9).

“Hal tersebut dalam kasus dugaan korupsi pengadaan makan minum anggota DPRD Kota Tual tahun 2010 diperkirakan mencapai Rp 3,1 milyar dan terpidana dinyatakan terbukti bersalah telah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu koorporasi dan telah menimbulkan kerugian keuangan Negara atau perekonomian Negara dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia Cq. Pemerintah Kota Tual,” pungkasnya.

MAULANA SAID

Share.

About Author

Leave A Reply