CEO PT Abu Nawas Abadi Group Merasa Dicemarkan Nama Baiknya

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA  – Ubaidillah selaku Chief Executive Officer (CEO) PT. Abu Nawas Abadi dan PT. Istana Putra Jurangmangu memberikan klarifikasi dan meluruskan berita dengan adanya cuitan yang di nilai sebagai fitnah yang merugikan dirinya secara pribadi maupun perusahaanya yang diduga dilakukan seseorang berinisial KM berstatus sebagai Mediator Proyek yang ditengarai pemilik akun twitter “@Captain Green” dan Juga Berita Media Online.

Ubaidillah menyebut dirinya menjadi korban pencemaran nama baik oleh saudara berinisial KM, “berita dari media online tersebut tidak berimbang dan terkesan menyudutkan Pribadi dan Perusahaan, terkait hal tersebut maka ada beberapa hal yang mesti saya sampaikan.

” Poin pertama, Dalam cuitan tersebut isinya adalah tuduhan dengan mencantumkan nama saya dan perusahaan secara jelas, bahkan memasang foto diri saya beserta kartu nama saya, menurut hemat saya jelas hal ini sudah melanggar Undang – Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Poin Kedua, dalam cuitan saudara KM tersebut saya dituduh nyaris menipu salah satu kontraktor, Padahal saya tidak pernah berniat menipu siapa pun, Bahkan Pihak Perusahaan saya dengan Perusahaan Kontraktor tidak ada masalah, adapun pembatalan Kontrak antara Saya dengan Pihak Kontraktor itu karena Pihak Kontraktor berubah pikiran tidak mau mengikuti sesuai isi kontrak yang sudah disepakatai dan ditandatangani.

Poin Ketiga, dalam cuitan tersebut, Saya dituduh bermodus hanya mengaku-aku saja sebagai Komisaris perusahaan PT. Istana Putra Jurangmangu sebagai Owner Proyek Klinik dan juga saya dituduh, Padahal faktanya jelas-jelas Saya adalah Sebagai Komisaris Utama PT. Istana Putra Jurangmangu sesuai dengan Akta Notaris, jelas Ubaidilah kepada RadarOnline.id melalui rekan kerjanya.

Adapun kerugian materil dan imateril yang di alami oleh Ubaidilah setelah adanya cuitan di akun twitter tersebut yaitu, “Beberapa Kontrak Perusahaan dengan mitra atau Klien saya membatalkan kontrak, karena klien saya ragu setelah adanya cuitan dan berita tersebut. Kerugian Materil akibat batalnya beberapa Kontrak dengan Klien saya sekitar Kurang Lebih Rp. 40.000.000.000,- (Empat Puluh Milyar Rupiah).

Bahkan yang lebih fatal adalah kerugian Saya secara Moril, Tuduhan-tuduhan di cuitan dan berita tersebut telah menggiring opini buruk terhadap nama Pribadi saya dan Perusahaan Saya, khususnya PT. Istana Putra Jurangmangu dan PT. Abu Nawas Abadi, ungkapnya.

Pada saat Pertama Kali Saya dan para direksi di Perusahaan saya mengetahui cuitan dan berita fitnah tersebut, Saya mencari nomor kontak Whatshap saudara KM dan menanyakan serta memperingati perihal apa yang sudah ditulisnya dalam cuitan tersebut, tapi justru saudara KM menantang dan tidak menanggapi.

Bahkan secara tertulis Saya kirimkan surat Somasi sampai 3 (Tiga) kali supaya Saudara KM bisa menyadari kekeliruan atas cuitan tuduhan-tuduhannya, malah Saudara KM tidak mengindahkan surat Somasi yang saya kirim, justru dia menginjak-injak surat somasi tersebut dan mengirimkannya ke Whatsapp Saya,” imbuhnya

“Karena tidak ada respon dan itikad baik dari saudara berinisial KM tersebut, maka sebagai warga negara Saya melaporkan beliau ke Bareskrim Mabes Polri lalu diarahkan ke Polda Metro Jaya dan diterima dicatat dengan nomor Laporan Polda Metro Jaya dengan Nomor: LP/B/3094/VI/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA pada tanggal 16 Juni 2021.

Perkembangan Kasusnya dilimpahkan dan sedang ditangani oleh Polres Depok Jawa Barat, informasi terakhir dari Penyidik Polres Depok yang menangani Kasus ini bahwa untuk saudara KM telah diterbitkan surat panggilan yang kedua kalinya setelah beliau tidak HADIR atau MANGKIR dari panggilan resmi dari Penyidik Polres Depok.” jelasnya.   (Rodi B. Sitio)

Share.

About Author

Leave A Reply