Warga Pertanyakan Pondasi Diatas Tanah Eks Kantor Desa Sukatani

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK — Sejumlah warga mempertanyakan pembangunan pondasi di atas tanah eks kantor desa Sukatani. Hal itu, disampaikan oleh tokoh pemuda Kampung Babakan Kelurahan Sukatani Kec. Tapos Kota Depok, Rustam Efendi bahwa ada sebidang tanah milik masyarakat Sukatani yang berlokasi di RT.03 RW 03 itu, diduga diserobot oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Benar, saya menduga tanah yang luasnya hampir 900 meter ini diserobot oknum. Karena, dua Minggu yang lalu tiba- tiba diatas tanah tersebut dibangun pondasi. Jadi, kami mempertanyakan pembangunan pondasi tersebut,” ujarnya, Rabu (28/7/2021).

Dia bercerita, bahwa tanah seluas hampir 900 meter ini sebelumnya adalah kantor Desa Sukatani. Karena awalnya masih masuk kabupaten Bogor. Kantor Desa Sukatani letaknya ditanah ini, sebab waktu itu bangunan kantor Desa ini roboh, dan berbarengan sedang ada peralihan dari Kab.Bogor menjadi Kota Depok. “Maka Kantor Desa ini dipindahkan ke Jalan Gas Alam Komplek Deppen, seperti yang kita lihat sekarang,” ucap Rustam.

Rustam menambahkan, bahwa ketika perahlihan itu otomatis berubah nama menjadi Kantor Kelurahan Sukatani. Kemudian tanah eks Kantor Desa yang terletak di RT.03 RW 03 otomatis menjadi milik masyarakat Sukatani. “Jadi, hingga saat ini sedang dimusyawarahkan peruntukannya oleh masyarakat” ujar pria yang akrab dipanggil Jalal itu.

Ditempat yang sama Syamsuddin Aloy, selaku tokoh muda Kampung Ciherang Sukatani itu juga membenarkan, bahwa tiba- tiba dua Minggu yang lalu ada oknum membuat pondasi ditanah tersebut. “Jadi, yang pertanyaannya atas dasar apa dibuatnya pondasi. Karena, tanah ini milik masyarakat Sukatani, dan tidak boleh dimiliki oleh perorangan,” ketus pria yang juga menjabat Ketua RW 06 Sukatani itu.

Pernyataan Rustam dan Syamsuddin diamini Tokoh di Wilayah Sukatani, Robby Dongkal, bahwa dirinya sangat menyangkan adanya pondasi ditanah milik masyarakat ini. “Jadi, besok kita kerahkan warga dan pemuda untuk membongkar pondasi itu,” tandasnya.

Hal yang sama dikatakan Haris Fadillah, selaku Ketua Garuda Nusantara, bahwa kalau ada yang berani menyerobot lahan yang bukan haknya, itu patut untuk diusut tuntas. Apalagi sampai mendirikan bangunan diatas tanah yang bukan haknya.

“Jadi selanjutnya, kita akan pertanyakan atas dasar perijinannya dari mana. Jika tidak memiliki ijin yang sah, maka wajib untuk dituntut menurut aturan perundangan yang berlaku,” imbuhnya.

Haris yang juga warga Sukatani mempertanyakan siapa sebenarnya oknum di balik penyerobotan lahan tersebut. “Jadi, sebagai lahan milik Masyarakat/Negara, tidak boleh ada satupun oknum yang boleh memiliki lahan tersebut,” tandasnya.

MAULANA SAID

Share.

About Author

Leave A Reply