Bareskrim Mabes Polri Ungkap Penjualan Obat Terapi Covid 19 di Harga Eceran Tertinggi dan Tidak Miliki Ijin Edar

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id,JAKARTA – Bareskrim Mabes Polri berhasil mengungkap penjualan obat terapi Covid-19 dengan harga eceran tertinggi (HET) dan tidak memiliki ijin edar. Selain itu Polri juga berhasil mengungkap tabung apar yang diubah menjadi tabung oksigen. Hal ini dijelaskan secara resmi pada pers konferensi, Rabu (28/7/2021).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Birgjen Pol Rusdi Hartono mengatakan bahwa masalah Covid 19 di tanah air masih menjadi tantangan bagi kita bersama. Didasari kita ketahui bersama tingkat terpapar atau terinfeksinya warga masyarakat perhari masih cukup tinggi dan juga tinggkat kematian wabah ini pun masih cukup tinggi.

” Pada sisi lain kita dapat melihat ada pihak-pihak tertentu yang memamfaatkan situasi sulit seperti ini. Mencari keuntungan dengan cara-cara Ilegal. Melakukan penimbunan, melakukan transaksi penjualan obat tentunya diluar daripada ketentuan. Sejak dari awal Polri berkomitmen bagaimana penanganan Covid-19 ditanah air dapat berjalan dengan baik. Termasuk juga menangani secara tuntas prilaku-prilaku yang tidak bertanggung jawab dalam situasi sulit sekarang ini.” jelas Brigjen Pol Rusdi Hartono saat konferensi pers di Lobby Bareskrim Mabes POLRI.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dir Tipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika Menjelaskan bahwa dari 33 kasus yang berhasil diungkap Polri tersebut, telah ditetapkan sebanyak 37 orang tersangka.

Adapun jumlah barang bukti obat yang disita petugas, yakni 365.876 tablet obat terapi COVID-19 dari berbagai macam jenis dan 62 vial obat terapi COVID-19 dari berbagai jenis.

“Terhadap hasil ungkap tersebut Kalo kita melihat jumlah barang bukti total barang bukti yang berhasil kita amankan untuk obat sekitar 365.876 tablet obat terapi Covid-19 dan 48 tabung oksigen.” Jelas Brigjen Pol Helmy Santika.

Helmy juga menjelaskan bahwa sebagaimana petunjuk pimpinan Polri, bahwa kami juga harus bisa memberikan kemanfaatan hukum bagi masyarakat.

Lebih lanjut Helmy menjelaskan, penanganan barang bukti ini mengedepankan azas kemanfaatan. Penyisihan barang bukti ini disaksikan pula oleh Jaksa Penuntut Umum.

Barang bukti yang telah disisihkan selanjutnya dikembalikan kepada pemilik untuk diedarkan kepada masyarakat dengan harga standar, dengan maksud untuk mengurangi kelangkaan obat di tengah masyarakat. (Edison)

Share.

About Author

Leave A Reply