Kakanwil Ibnu Chuldun : Anak Bahagia Dan Terlindungi Dimasa Pandemi

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) DKI Jakarta Drs. Ibnu Chuldun, Bc.IP, M.Si, membuka kegiatan Hari Anak Nasional (HAN) secara virtual, Jumat, (23/7/2021).

Ikut dalam peringatan Hari Anak Nasional secara virtual itu yakni:
1. Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) diwakili Kepala Bidang Pembinaan, Bimbingan, dan Teknologi Informasi Arief Gunawan, Bc.I.P., S.H., M.H.
2. Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Jakarta Timur-Utara, Netty Saraswati, Bc.I.P., S.H., M.Si.
3. Kepala Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Dr. Seto Mulyadi, M.Si., Psikolog
4. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak Jakarta (LPKA), Medi Oktaviansyah, S.Psi., M.Si.
5. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak Tangerang, Setyo Pratiwi, Bc.IP., S.H., M.Si.
6. Kepala Polsek Cakung Jakarta Timur; diwakili oleh Kanit Reskrim Polsek Cakung, Iptu Stevano Leonard Johannes, S.T.K, S.I.K
7. Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK Handayani), Hasrifah Musa, S.ST.
8. Klien anak Balai Pemasyarakatan
9. Andik LPKA
10. Klien anak Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK HANDAYANI)
11. Pembimbing Kemasyarakatan (PK)
12. Pekerja Sosial

Dalam sambutannya Kakanwil DKI Jakarta Ibnu Chuldun mengatakan Anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan keberlangsungan sebuah bangsa dan negara. “Dalam konstitusi Indonesia, anak memiliki peran strategis yang secara tegas dinyatakan bahwa negara menjamin hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta atas pelindungan dari kekerasan dan diskriminasi,” ujar Kakanwil Ibnu Chuldun.

Oleh karena itu katanya, kepentingan terbaik bagi anak patut dihayati sebagai kepentingan terbaik bagi kelangsungan hidup umat manusia sebagai konsekuensi dari ketentuan Pasal 28B (2) Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945 yang berbunyi: Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan
berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Undang-undang perlu ditindaklanjuti pemerintah dengan membuat kebijakan yang bertujuan melindungi Anak,” tegas Ibnu Chuldun.

Lebih jauh Kakanwil menyampaikan, COVID-19 tidak hanya mempengaruhi kesehatan saja tetapi juga
berdampak pada segala aspek. Hal ini berpotensi menimbulkan masalah bagi anak yang sedang mengalami tumbuh kembang. “Pemenuhan dan perlindungan hak anak dalam masa pandemi Covid-19 menghadapi beberapa tantangan. Oleh karenanya Perlindungan kesehatan anak merupakan kerja keras seluruh dokter anak, para orangtua, para aparat penegak hukum dan seluruh stakeholder yang telah berjuang bersama menghadapi pandemi ini,” ujar Drs. Ibnu Chuldun.

Dia berharap anak-anak Indonesia tetap sehat dan kuat serta dapat melewati masa AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) dengan selamat.

“Peringatan HAN 2021 ini merupakan momentum penting untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen bangsa Indonesia dalam menjamin pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi,” ungkapnya.

Untuk itu kakanwil berharap para orangtua, ayah dan ibu bisa bersabar dan tetap melakukan yang
terbaik untuk memenuhi hak-hak anak yang disayangi. “Jadikan ini sebagai momentum untuk menjalin kembali komunikasi dengan anak karena anak-anak butuh didengar pendapatnya dan saya ingatkan stop
kekerasan, perlakuan buruk, perundungan, dan eksploitasi pada anak. Melindungi anak adalah tanggung jawab kita bersama.” Pungkasnya.

Kakanwil DKI Jakarta Drs. Ibnu Chuldun menyampaikan, tujuan kegiatan ini adalah:
1. Agar pemerintah, masyarakat, dan keluarga memberikan ruang berpendapat kepada anak dalam berbagai aspek;
2. Merealisasikan serta seoptimal mungkin, mengajak pemerintah, masyarakat dan keluarga untuk mengoptimalkan edukasi, pengawasan, dan penyebaran informasi layak anak;
3. Mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak selama masa pandemi Covid-19 dan adaptasi kebiasaan baru;
4. Menginisiasi Gerakan Bersama Keluarga Kita (BERJARAK); menerbitkan berbagai protokol kesehatan bagi anak; Jaga jarak.
5. Melakukan pendampingan terhadap kasus Covid-19 pada anak-anak rentan.

“Kegiatan ini bertujuan sebagai wadah untuk menampung aspirasi seluruh stake holder terkait pemenuhan hak-hak anak dimasa pandemic covid 19 di Wilayah DKI Jakarta dalam rangka mengupayakan Anak Bahagia dan Terlindungi di Masa Pandemi,” tutup Kakanwil Kemenkumham DKI Jakarta Drs. Ibnu Chuldun, BC.iP, M.Si.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply