Bupati Tidak Hadir Sidang, Kajari Kuansing Bantah Memeras Saksi Bupati

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, PEKANBARU – Hadiman mengungkapkan bahwa apa yang dilaporkan Andi Putra dan Hendra AP merupakan sebuah kepanikan untuk membunuh karakter dirinya sebagai Kajari Kuansing.

Karena menurutnya, keduanya tersangkut masalah hukum yang saat ini sedang diproses.

“Kalau Andi Putra (Bupati) diperiksa sebagai saksi dalam kasus ruang pertemuan Hotel Kuansing Tahun Anggaran (TA) 2015 dan juga diperiksa dalam kasus pasar modern 3 pilar. Saya kira dia lagi panik,” ungkap Hadiman.

Kajari Hadiman berjanji akan membersihkan korupsi di Kab. Kuansing selama dia menjabat.

“Saya tidak gentar dengan ancaman! Yang penting saya bekerja sesuai prosedur. Pimpinan dapat melihat apa yang kita lakukan,” tegas Hadiman.

Sementara Adi Putra tidak hadir pada persidangan bersama tiga orang saksi lainnya di persidangan kasus korupsi pembangunan ruang pertemuan Hotel Kuantan Singingi (Kuansing) Tahun Anggaran (TA) 2015 di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Riau, dari empat orang saksi yang dipanggil untuk sidang, Jumat (18/6/2021).

Ke-empat saksi yang mangkir hadir di persidangan itu masing-masing; Bupati Kuansing Andi Putra, mantan Bupati Kuansing Sukarmis, mantan Kepala Bappeda Kab. Kuansing Indra Agus Lukman dan Veronika dari pihak ketiga juga tak hadir karena Covid 19.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuansing Hadiman, SH, MH sebelum nya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Teguh Prayogi, SH dan Danang Seftrianto, SH telah melakukan pemanggilan dan menjadwalkan ke tiga orang saksi hadir pada persidangan, Jumat (18/6) kemarin, untuk didengarkan keterangan terhadap tiga terdakwa Fahrudin, ST (Pejabat Pembuat Komitmen-PPK), Alfion Hendra selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Robert Tambunan selaku direktur PT Betania Prima (pemborongan).

Hasvirta (Kabid Aset), Siwi Yudo (Konsultan pengawas) pada saat pelaksanaan kegiatan pembangunan TA 2015.

“Akan kita panggil kembali para saksi yang kemari. belum hadir itu untuk diperiksa pada sidang yang dijadwalkan Jumat (25/6/2021,” ujar Kajari Hadiman, kepada media ini, Sabtu (19/6/2021).

Dia menjelaskan bahwa hanya saksi Andi Putra yang tidak hadir yang tidak memberikan penjelasan atas ke tidak hadirannya. Sementara yang lainnya ada pemberitahuan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing mendakwa tiga terdakwa dugaan korupsi pembangunan ruang pertemuan hotel Kuansing membuat kerugian negara sebesar Rp. 5.050.257.046 dalam pekerjaan tersebut.

Sementara, kegiatan pembangunan ruang pertemuan Hotel Kuansing sendiri menelan anggaran sebesar Rp 13.100.250.800 bersumber dari APBD Kuansing 2015. Pada tahun 2015 itu ketiga saksi yakni Sukarmis, Andi Putra dan Indra Agus Lukman dinilai mempunyai peran strategis dalam meloloskan anggaran proyek ini.

Anggaran kegiatan ini berada di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (yang saat ini dilebur ke dalam Dinas PUPR dan Dinas Perkim). Pihak ketiga dalam kegiatan ini yakni PT Betania Prima.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply