HOT

Tender Proyek DPU Tangsel Terindikasi KKN

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline id, TANGERANG – Tender pengadaan barang dan jasa di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2021 terkesan ada permainan, dan terindikasi Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Pemenang tender diduga kuat telah ditentukan jauh sebelum tender dilaksanakan. Paket-paket pekerjaan yang ditenderkan diduga telah diplot untuk dimenangkan oleh perusahaan tertentu.

Dugaan itu timbul dari pengamatan terhadap proses dan hasil tender yang ditayangkan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Tangerang Selatan. Beberapa paket pekerjaan yang ditenderkan dicurigai telah ditentukan untuk dimenangkan oleh perusahaan tertentu atau lebih dikenal dengan sebutan ploting.

Ploting proyek itu mengakibatkan terjadinya persekongkolan antar peserta tender, dimana peserta tender yang bukan calon pemenang yang diplot akan digugurkan dengan alasan yang terkesan sederhana. Persekongkolan itupun diduga kuat ada campur tangan pihak-pihak terkait di DPU Tangsel dan Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan.

Paket pekerjaan (1) “Pembangunan Pedestarian Jalan Ceger Raya” senilai Rp 15.000.000.000,00 dan (2) “Pembangunan Jalan Akses TPU Sarimulya” senilai Rp 13.998.991.000,00, contohnya. Peserta tender yang memasukkan penawaran pada 2 (dua) paket itu hanya 2 (dua) perusahaan. Hasilnya, kedua perusahaan tersebut ‘berbagi’ kemenangan, masing-masing mendapatkan 1 (satu) paket.

Perusahaan yang menang di paket (1), gugur di paket (2) dengan alasan “personil dipakai di tender lain, maka dianggap tidak ada, dan gugur”. Sebaliknya, perusahaan yang gugur di paket (1) menjadi pemenang di paket (2).

Akibat persekongkolan itu, negara tidak diuntungkan atau dirugikan sebesar Rp 373.500.000,00 di paket (1) dan Rp 195.978.000,00 di paket (2).

Tender lainnya adalah, paket (3) “Pembangunan Tandon Lengkong Karya” senilai Rp 14.600.630.000,00 dan paket (4) “Pembangunan Prasarana Kali Jaletreng Segmen Insan Cendikia” senilai Rp 12.466.419.000,00. Pada kedua paket itu, hanya 2 (dua) perusahaan yang memasukkan penawaran. Keduanya pun berbagi kemenangan. Pemenang di paket (3) adalah perusahaan dengan penawaran yang lebih tinggi. Perusahaan dengan penawaran lebih rendah, gugur dengan alasan personil dipakai di tender lain. Tender paket (3) ini tidak menguntungkan atau merugikan negara sebesar Rp 279.jutaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang Selatan, Aries Kurniawan dan para Kepala Bidang yang diduga sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dari paket-paket yang ditenderkan itu, ketika hendak dikonfirmasi, tidak berada di kantor. Mereka dikabarkan sedang berada di lokasi bencana tanah longsor di Ciputat.
“Semua pada ke lokasi bencana tanah longsor di Ciputat,” kata sekuriti setempat, Senin (14/06/2021).

JUARA SIMANJUNTAK

Share.

About Author

Leave A Reply