HOT

Gelar Aksi Tutup TPL, Gerilyawan Siantar Sandera Truk Pengangkut Kayu Milik PT TPL

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, PEMATANGSIANTAR – Puluhan Mahasiswa dan Pemuda yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Melawan (GERILYAWAN) Siantar menggelar aksi menuntut penutupan Toba Pulp Lestari (TPL), di Jalan Sisingamangaraja, Kota Pematangsiantar, Sabtu (5/6/2021) sekitar pukul 11.00  WIB.

Aksi yang digelar di Jalan Sisingamangaraja, tepatnya depan Universitas Simalungun (USI), di Warnai dengan melakukan aksi penyanderaan truk Fuso yang mengangkut gelondongan kayu milik PT.TPL yang melintas di lokasi aksi demo.

Aksi penyanderaan Truk Pengangkut Kayu yang dilakukan para peserta demo menjadi perhatian yang menarik bagi warga sekitar juga para pengguna jalan sehingga mengakibatkan terjadinya kemacetan. 

Dengan sigap sejumlah personil Polres Pematangsiantar yang berada di lokasi langsung mengamankan situasi dan mengarahkan truk tersebut untuk parkir ke tempat yang lebih luas untuk menghindari terjadinya kemacetan.

Setelah dicapai kesepakatan dengan pihak kepolisian,truk pengangkut kayu itupun diperbolekan jalan kembali.

Pantauan awak media saat berada di lokasi, para pemuda dan mahasiswa/i tersebut membentangkan spanduk dan berorasi menyampaikan aspirasi terkait persoalan lingkungan dan sosial di tengah masyarakat.

Kehadiran PT. Toba Pulp Lestari yang sebelumnya memiliki nama PT. Inti Indorayon bergerak dibidang mengelola bubur kertas, menurut mereka telah menjadi catatan panjang atas kerusakan lingkungan hingga banyaknya korban jiwa.

Dikutip dari selebaran pernyataan sikap milik para pendemo, setelah hampir 30 tahun berdiri, PT. TPL telah banyak mengakibatkan kerusakan alam, penebangan hutan yang massif (deforestasi) berakibat pada berkurangnya keseimbangan alam.

Dofasep Hutahayan selaku koordinasi lapangan dalam orasinya mengatakan, Agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar segera menghentikan pemberian izin konses, dan meminta agar melakukan perbaikan serta pemulihan kawasan Tano Batak dan mengembalikan hak masyarakat adat terhadap tanahnya.

Juga menghentikan segala bentuk kekerasan dan intimidasi maupun kriminalisasi terhadap masyarakat adat juga meminta pihak kepolisian untuk berpihak kepada rakyat sesuai dengan tugas dan fungsinya. (Toni Tambunan)

Share.

About Author

Leave A Reply