HOT

AMPUH Angkat Bicara Soal Penambangan Pasir Ilegal Desa Bilis-bilis

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KANGEAN  – Penambangan pasir dengan menggunakan alat berat didaerah tepi pantai Dusun Gunung Tinggi, Desa Bilis-bilis, Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep,Madura, Jawa Timur,  yang dilakukan oleh Mohammad Hasyim yang tak lain adalah seorang Kepala Desa yang sudah menjabat selama dua periode mendapat tanggapan serius dari Lembaga Swadaya Masyarakt (LSM).

Direktur Investigasi Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup (AMPUH), Jarpen Gultom SH.,  meminta masyarakat melaporkan kegiatan penambangan ilegal itu ke Polda Jawa Timur.

“Laporkan saja ke Polisi. Itu Kejahatan Lingkungan Hidup, kenapa tidak dilaporkan saja, pidanakan saja,” tegas Jarpen Gultom SH., Kamis (3/6/2021).

Ditegaskan Jarpen dengan bukti-bukti tersebut sudah bisa melaporkan beliau (Hasyim) ke Polisi. “Kalau memang polisi disana (Arjasa) tutup mata, laporkan ke Polda saja. Itu jelas kejahatan lingkungan hidup,” papar Jarpen.

Menurut Japen Gultom, kegiatan penambangan pasir diduga illegal itu, merupakan kejahatan lingkungan hidup, pelaku pengrusakan dan atau pencemaran lingkungan hidup yang patut diduga dilakukan oleh H. Mohammad Hasyim. Apalagi itu adalah seorang kepala desa, yang seharuanya menjaga kelestarian lingkungan dan bukan merusak lingkungan hidup dan menghilangkan mata pencaharian warga masyarakat setempat.

“Kalau itu ada indikasi dibekingi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, MPUH meminta penegak Hukum (Gakkumdu KLHK) dan aparatur Kepolisian untuk segera menindak pelaku perusakan dan atau pencemaran lingkungan hidup harus segera ditindak, demi tegaknya keadilan untuk lingkungan hidup yang baik dan sehat,” jelasnya, Kamis (3/6/2021).

Sementara itu, masyarakat sekitar mengatakan akibat penambangan pasir dengan menggunakan eksakvator tersebut, ketika air laut pasang rumah warga menjadi sasaran air dari laut.  “Begitupun sawah-sawah dialiri air laut, sehingga tidak bisa difungsikan sebagaimana mestinya,” ungkap warga sekitar.

Ada puluhan ribu tanaman mangrove yang merimba, habis dirusak alat berat yang tentunya merupakan ancaman keselamatan warga sekitar untuk kedepannya. Tegasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah H. Hasyim atas adanya dugaan penambangan pasir ilegal, tidak menjawab malah meminta pelapor yang melaporkan ke media diminta datang ke rumahnya,

“Silahkan datang saja kerumah dengan pelapornya, jangan melalui telpon,” ucapnya.

HARIFIN

Share.

About Author

Leave A Reply