Kepala BPTJ : Terminal Jatijajar Berlakukan Tes GeNose C19 Untuk Calon Penumpang

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK — Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Polana B. Pramesti mengatakan, bahwa jelang hari raya Idul Fitri, 1 Syawal 1442 Hijriyah, tepatnya dilaksanakan pada hari Kamis 13 Mei 2021, Terminal Jatijajar Depok memberlakukan pemeriksaan GeNose C19 kepada calon penumpang bus AKAP (antarkota antarprovinsi) dan AKDP (antarkota dalam provinsi).

“Jadi, pemeriksaan GeNose C19 ini dilakukan secara gratis, menjelang peniadaan mudik yang akan berlangsung mulai tanggal 6- 17 Mei mendatang. Artinya, pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi cegah dan tangkal (Cekal) Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. “Terminal Jatijajar Depok dikelola oleh BPTJ. Bahkan, kami menyediakan dua alat tes GeNose C19,” ujar Polana, kepada pewarta, Selasa (4/5/2021), di Terminal Jatijajar Depok, Jawa Barat.

Menurutnya, bahwa saat ini calon penumpang yang akan menggunakan bus diharuskan menyertakan surat hasil rapid tes antigen. Jika kedapatan tidak membawa surat tersebut, mereka wajib melakukan pemeriksaan GeNose C19. “Jadi, ketika calon penumpang bus terdeteksi suhu badan di atas normal atau tidak membawa keterangan hasil rapid tes, maka dilakukan pemeriksaan melalui GeNose C19,” tutur Polana.

Dia juga menyebutkan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua Kepala Satuan Pelayanan Terminal yang berada di bawah pengelolaan BPTJ untuk melakukan komunikasi kepada seluruh operator bus terkait pelaksanaan tes GeNose.

“Kemudian, itu sudah termasuk mekanisme pengembalian tiket kepada calon penumpang jika dalam pelaksanaan tes GeNose ditemukan adanya calon penumpang yang terindikasi gejala positif Covid-19,” ucap Polana.

Ditempat yang sama, Dudi MS selaku
Staf Tata Usaha BPTJ Terminal Jatijajar menambahkan, bahwa pemeriksaan tersebut juga akan dipandu oleh petugas. Selanjutnya, penumpang akan diminta untuk meniup kantung udara, lalu bakal terdeteksi reaktif virus atau tidak oleh GeNose C19.

“Artinya, dengan GeNose C19 menggunakan kecerdasan buatan dalam pemeriksaan Covid-19, yakni dengan membedakan pola senyawa yang dideteksi dengan hembusan nafas,” ujarnya.

Dudi menambahkan, bahwa dari hasil pemeriksaan GeNose C19 tersebut akan diketahui apakah negatif atau reaktif. “Kemudian, jika hasilnya reaktif, maka petugas mendampingi calon penumpang untuk refund ke agen bus. Jika hasil pemeriksaan GeNose negatif penumpang diperbolehkan melanjutkan perjalanan, tapi tetap melakukan protokol kesehatan yang ketat,” imbuhnya.

MAULANA SAID

Share.

About Author

Leave A Reply