Perkara PMH, Kuasa Hukum King Finder Wong Merasa Pihaknya Diuntungkan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA  –  Sidang perkara gugatan perbuatan melawan hukum atas permohonan King Finder Wong (Penggugat) terhadap Harijana selaku tergugat terkait sejumlah aset Aprilia Okadjaja (Alm), kali ini agenda mendengarkan keterangan saksi tergugat dan 2 ahli pihak penggugat di ruang tirta 1 Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (3/5/2021).

Saksi dari tergugat Feneta Wijaya didengarkan keterangannya, atas pertanyaan Yafet selaku kuasa hukum Harijana, terkait adanya permasalahan hubungan maupun aset saudarinya aprilia dengan penggugat,

“Iya,” jawab saksi dengan singkat terkait pertanyaan penasehat hukum tergugat, soal king finder wong pernah memijat aprilia dan upah pijat yang dibayar.

Selain itu, Yafet bertanya kepada saksi terkait penolakan atas saudara aprilia, siapa saja yang membuat surat penolakan itu?

Ya, kami berempat yang orang asing itu?  jawab saksi.

Secara bergantian giliran saksi ahli dari pihak penggugat yaitu, Dr.Gansam Anand,SH.MH bidang ahli perikatan perdata dan Dr. Lanny dari ahli hukum keimigrasian maupun tentang orang asing keduanya sama sama dosen hukum tetap di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Dimana, Ghansam Anand pertama giliran memberikan penjelasan sebagai ahli perdata, menyampaikan terkait Pasal 830 KUHPerdata. Pasalnya, peristiwa pewarisan terjadi akibat adanya kematian seseorang.

Hal lainnya, disampaikan Ahli yaitu, Hak milik atas suatu barang tidak dapat diperoleh selain dengan pengambilan untuk dimiliki, dengan pelekatan, dengan lewat waktu, dengan pewarisan, baik menurut undang-undang maupun menurut surat wasiat.

” Jadi wasiat tersebut ada tiga bentuk yaitu, Wasiat Umum, wasiat yang dibuat oleh seorang notaris, Wasiat Olografis adalah wasiat yang seluruhnya ditulis sendiri oleh si pembuat dan Wasiat rahasia berupa, wasiat yang ditulis sendiri atau ditulis orang lain yang disuruhnya,” kata Dosen Unair tersebut.

Anand menuturkan, bahwa surat wasiat Rahasia ini harus disegel, kemudian diserahkan kepada notaris, Sehingga wasiat terbagi 3 bentuk dan dalam perkara gugatan yang dilakukan oleh, King Finder Wong melawan Harijana yang sama-sama memiliki wasiat dari almarhum Aprilia Okadjaja apakah keabsahan wasiat, penggugat maupun tergugat bisa dibuktikan atau kedua pihak sama sama memiliki salah satu bentuk wasiat seperti yang disampaikan Ahli Perdata.

Usai sidang digelar, Wellem Mintarja,SH,MH dengan tim selaku kuasa hukum King Finder Wong (Penggugat), menjelaskan, bahwa atas penjelasan ahli, pihaknya merasa sangat diuntungkan.

Dikatakan lanjut Wellem, Ahli sudah menyampaikan terkait wasiat ada beberapa bentuk.

Sedangkan, proses pembuatan wasiat jika salah satu keluarga menolak, dan diberikan terhadap keluarga yang lain seharusnya melalui penetapan Pengadilan

“Sehingga kami meyakini jika pihak tergugat belum melakukan penetapan Pengadilan Negeri Surabaya, terkait salah satu keluarga yang mengalihkan terhadap keluarganya yang lain, melalui salah satu keluarga dalam keterangannya yang disampaikan di persidangan, bahwa saksi mengatakan, belum ada penetapan, Sebagaimana fakta persidangan, saksi yang sebagai warga negara asing menolak kewarisan dan diserahkan terhadap keluarga yang lain. Ini namanya hibah,” ungkap pengacara Wellem Mintarja meyakini keterangan saksi tergugat, dianggap mengakui pihak keluarganya belum jalani prosedur hukum terkait ahli waris.

Untuk diketahui, Kuasa hukum penggugat sebelumnya menjelaskan berawal saat kliennya King Finder Wong, mendapat surat somasi dari Harijana (tergugat) melalui kuasa hukumnya, pada tanggal 26 Oktober 2020 dengan nomer surat : 001026/SPI.RSAN/X/2020.

Isinya yaitu perbuatan kliennya telah melawan hak tergugat dan dapat menimbulkan dampak kerugian bagi pihak tergugat, sebab klien wellem dituduh memasuki pekarangan orang lain yakni rumah almarhum Aprilia dan melakukan pencurian.

Selain itu, Ia menambahkan, bahwa dalam surat somasinya disebutkan, jika tergugat sedang mengurus keterangan waris, seolah-olah sebagai ahli waris padahal tergugat tidak memiliki hubungan darah dengan Aprilia baik keatas, menyamping dan maupun ke bawah.

Lebih lanjut, Diketahui almarhum Aprilia meninggal pada tanggal 27 April 2020 di Rumah Sakit Premiere Surabaya. Sebelum meninggal almarhum membuat surat wasiat yang diaktakan dihadapan notaris Dedi Wijaya, SH, MKn, dengan nomer 67 tertanggal 30 November 2019.

Sementara penggugat selain menggugat Harijana, Juga menggugat bank HSBC, ICBC, Danamon dan Permata. Karena di bank-bank tersebut terdapat deposito Aprilia dan juga beberapa sertifikat.

HARIFIN

Share.

About Author

Leave A Reply