Hetty Andika Perkasa Teladani Warga Kampung Pemulung Hidup Pantang Mengemis

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, MAGETAN SELATAN – Istri Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Hetty Andika Perkasa menyambangi warga yang kurang beruntung di Kampung Pemulung Kiringan, Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magetan, Jawa Tengah.

Lingkungan asri dan sederhana, Hetty menyaksikan langsung warga yang kurang beruntung, hidup susah dan pantang mengemis. Mereka, warga Kp. Pemulung tetap berusaha dengan kemampuannya masing-masing.

Dilansir dari kanal YouTube TNI AD, Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana (KCK), Hetty Andika Perkasa menyambangi daerah pelosok. Kampung Kiringan atau yang lebih dikenal dengan julukan Kampung Pemulung, berada di tengah Kota Magelang, Jawa Tengah.

Dalam kunjungannya, istri KSAD Andika Perkasa, Hetty Andika Perkasa didampingi pemuda penggiat masyarakat di Kampung Pemulung, Budi Darmanto selaku Ketua Komunitas Sandal Jepitan Barengan berjalan melewati akses jalan yang berliku bak rintangan permainan.

“Akses jalan satu-satunya yang paling dekat. Ini saja masih diperdebatkan karena sebelah ini rencana jadi hotel […] Jadi harus lewat sini bun. Ini keren Bun, di tengah kota masih ada tempat seperti ini,” kata Budi kepada Hetty Andika Perkasa.

“Hebat ini. Asyik ini, iya bagus. Ini kita melalui satu rintangan, ini yang kedua,” kelakar Hetty Andika Perkasa

Ada kehebatan dari warga di Kampung Pemulung yang patut diteladan, yakni bekerja seadanya dan pantang mengemis. Kehidupan warga Kampung Pemulung ini, setiap hari mereka menjadi pemulung. Kemudian sudah diajarkan untuk bertanggung jawab mengurusi kambing, yang hasilnya nanti dibagi rata.

“Ngasih pendampingan, kalau pagi mereka mulung Bun. Siang nyari rumput. Ini ada kambing kita berdayakan. Sebenarnya untuk mereka bisa bertanggung jawab, kalau kita bahasanya nggadoh. Nggadoh itu paroan (bagi dua),” terang Didi.

Bahkan dengan kehidupan yang terbilang susah, mereka berkomitmen untuk tidak jadi pengemis. Para warga merasa harus berjuang.

“Dan luar biasanya Bun. Mereka berkomitmen tidak pernah mau untuk di pinggir jalan dan meminta. Mereka harus berjuang Bun,” imbuhnya.

“Oh, jadi yang di sini ini ya. Hebat-hebat,” puji Hetty Andika Perkasa.  (Kr/Yen)

Share.

About Author

Leave A Reply