Guru Kreatif dan Inovatif, Sarah Sofia Gunakan Zoom untuk PJJ Bantu Memotivasi Siswa Belajar Online

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SIANTAR  –  Dengan  menggunakan Zoom Meeting untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Sarah Sofia Hutapea adalah salah satu sosok Guru yang kreatif dan Inovatif.

Dunia pendidikan di masa pandemi covid-19 menjadi hal yang sangat merepotkan bagi sebagian besar kalangan. Mulai dari pembuat kebijakan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, orang tua wali murid, peserta didik, bahkan masyarakat pada umumnya.

Dengan sistem belajar online, banyak orang tua yang mengeluh anaknya susah belajar di rumah, orang tua sibuk, apalagi ada yang tidak bisa mengoperasikan online. Sebagian besar mengharapkan agar pemerintah segera mengeluarkan izin membuka sekolah.

Guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam memberikan pembelajaran yang membuat siswa menjadi lebih termotivasi dalam belajar. Karena tatap muka masih belum diperbolehkan maka guru memilih aternatif pembelajaran

Menggunakan zoom meeting. Tentunya dengan pendampingan dari orang tua. Diharapkan dengan pembelajaran tersebut dapat meningkatkan hasil belajar anak selama pembelajararan jarak jauh (daring). Peran orang tua sangat penting untuk mendukung, memotivasi dan membantu anak dalam pembelajaran.

Seperti halnya dengan Sarah Sofia Hutapea salah satu guru Kelas III di SD Negeri Percontohan, Jl. Pdt Wismar Saragih, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, saat di jumpai di ruangan kelas Sabtu (10/4/21) Sedang melakukan PJJ melalui Zoom Meeting dengan anak didiknya.

Terlihat Sarah sangat kreatif dan inovatif saat berinteraksi dengan anak didiknya melalui Zoom meeting, dengan penuh semangat Sarah memberikan materi pelajaran pada anak didiknya.

Berikut beberapa  materi pelajaran yang di berikan Sarah kepada anak didiknya melalui Zoom Meeting,

Kali ini model pembelajaran kami, yaitu siswa terlebih dahulu bercerita menggunakan Big Book yang mereka buat sendiri di kertas buku gambar A3 (hasil tugas Minggu lalu saat zoom).

Topik cerita yang mereka buat yaitu tempat wisata yang mereka pernah kunjungi.

Selanjutnya guru bercerita menggunakan Big Book: “Tas Plastik”

Siswa membaca gambar, lalu membaca teks cerita.

Pembelajaran yang mereka dapat, selain menambah kosakata juga siswa menjadi tahu cara membaca yang ditandai dengan tanda baca kata seru (!) Lihat! Ada tas plastik di sungai.

Diakhir cerita, Sarah meminta menyimpulkan pesan moral siswa,

Adapun pesan moral siswanya seperti, membuang sampah harus pada tempatnya di keranjang sampah bu, yang lain menjawab, membuang sampah sembarangan akan merusak alam bu, anak yang satu menjawab membuang sampah akan membuat banjir bu, bisa membuat parit tersumbat, bisa membuat ikan mati dll.

Luar biasa jawaban siswa saya. Ternyata siswa saya sudah mampu berfikir tingkat tinggi,  kemudian diakhir barulah saya  simpulkan, iya, benar anak-anak, apa yang kamu jawab tadi sudah tepat.

Sekarang kamu harus berjanji: mulai dari sekarang haruslah membuang sampah di keranjang sampah. Jaga kebersihan lingkungan disekitar mu. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi.

Jika ada teman kamu yang membuang sampah sembarangan, kamu bisa mengingatkan dengan kata-kata lembut, agar teman kamu tidak membuang sampah di sembarang tempat.

Refleksinya, siswa mengungkapkan rasa senang dan bahagia mengikuti pembelajaran dari saya. Apalagi saya tambahkan, tidak ada tugas, cukup hanya mendengar cerita dari teman-teman mu dan dari ibu saja.  (Toni Tambunan)

Share.

About Author

Leave A Reply