KSAD Andika Perkasa Lepas 148 Personel Satgas Penanggulangan Bencana Alam TNI AD Ke NTT

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa melepas keberangkatan Satgas Penanggulangan Bencana Alam dengan menggunakan dua Kapal ADRI ke Bima NTB dan Adonara NTT di Dermaga Satuan Angkutan Perairan (Satang Air) Pusbekangad, Tanjung Priok Jakarta, Selasa (6/4/2021).

“ Kepada seluruh personel Satgas selama bertugas agar bersosialisasi dengan masyarakat. Misi kemanusiaan ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat, kerja disana adalah kerja kemanusiaan, untuk membantu pemulihan ekonomi sampai dengan normal,” ujar  KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa pada acara pengecekan dan pemberangkatan Satgas.

KSAD Andika Perkasa menekankan bahwa misi kemanusiaan dilakukan untuk membantu korban bencana bandang yang menghantam Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (4/4/2021) pukul 01.00 WITA, merupakan yang terbesar dari sisi korban Jiwa, lebih dari 10 tahun terakhir.  Misi kemanusiaan dikerahkan dengan menggunakan dua Kapal ADRI yang mengangkut berbagai jenis alat berat, jembatan, truck, alat penerangan, mobil penjernih air siap minum, alat perhubungan, tenda dan perlengkapan tidur lapangan, dengan mengerahkan personel 148 orang.

“Pengerahan 148 personel Satgas Penanggulangan Bencana Alam dan sejumlah alat berat diutamakan pada perbaikan jembatan yang rusak dengan harapan sarana transportasi dapat berjalan normal kembali, guna memberikan bantuan kepada masyarakat korban bencana alam, baik di Bima NTB maupun di Adonara NTT,” tegas KSAD Andika Perkasa.

Untuk diketahui, dalam 1 dekade terakhir, setidaknya ada 2 bencana banjir cukup besar yang pernah melanda Nusa tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Senin (5/4/2021) bencana yang pertama terjadi pada 3 November 2010 di Kab. Timor Tengah Selatan, banjir mengakibatkan 31 orang meninggal dunia, 7 orang hilang, 27 orang luka-luka dan 159 rumah rusak.

Banjir yang kedua terjadi pada 11 April 2011, di Kabupaten Belu yang mengakibatkan 3.277 rumah rusak dan menyebabkan 14 fasilitas umum rusak.

“Tahun 2021, banjir kembali melanda tepatnya di Kab. Flores Timur, NTT terjadi pada Minggu (4/4/2021) pukul 01.00 WITA mencatat ada 68 orang yang meninggal dunia. Ke-68 korban meninggal dunia, 44 diantaranya warga Kabupaten Flores Timur, 11 di Kab. Lembata, 2 di Kab. Ende dan 11 lainnya di Kab. Alor,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Raditya Jati.

Selanjutnya, papar Raditya Jati,  15 orang luka-luka terdiri atas 9 orang warga Flores Timur, 1 warga Kab. Ngada dan 5 lainnya warga Kab. Alor. Bahkan, 70 orang yang masih dinyatakan hilang. Dimana ke 26 merupakan warga Flores Timur, 16 warga Kab. Lembata dan 28 lainnya warga Kabupaten Alor.

Hingga data ini diturunkan, setidaknya ada 938 Kepala keluarga (KK) yang terdampak. Jumlah ini setara dengan 2.655 jiwa orang yang terdampak dan hingga kini masih terus dalam pendataan.

“Untuk kerugian materiil diantaranya 25 unit rumah rusak, 114 unit rumah rusak sedang, 17 rumah hanyut, 60 rumah terendam, 743 rumah terdampak. Kemudian ada 40 titik akses jalan tertutup karena pohon tumbang, 5 jembatan putus, 1 unit fasilitas umum terdampak dan 1 unit kapal tenggelam,” ungkapnya.  (red)

Share.

About Author

Leave A Reply