Jam Pidsus Sita Aset Tersangka BTS dan Periksa 8 Saksi Korporasi

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI kembali melakukan tindakan penyitaan aset Tersangaka BTS (Benny Tjokrosaputra) sebagai barang bukti dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) yang diduga menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 23 Triliun.

Kali ini aset Tersangka BTS yang berhasil disita yaitu aset berupa 1 bidang Tanah dan/atau Bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 1931 seluas 3.109 M2 yang terletak di Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah dengan Pemegang Hak atas nama PT. Brothers Graha Pratama (Hotel Brothers Solo Baru).

” Penyitaan 1 bidang Tanah dan/atau Bangunan tersebut telah mendapatkan Izin Ketua Pengadilan Negeri Sukoharjo dengan Surat Penetapan Nomor : 82/Pen.Pid/2021/PN.Skh tanggal 01 April 2021,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH, MH, Senin (5/4/2021).

Selain melakukan penyitaan pada aset tersangka, Kapuspenkum juga mengatakan Tim Jaksa Penyidik terus mendalami Korupsi PT. ASABRI itu dengan memeriksa 8 saksi antara lain:
1. TK selaku Ketua KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Kuningan Properti;
2. FF selaku Direktur PT Mega Capital Investama;
3. HB selaku Pengelola Saham PT Oso Management;
4. JI selaku Karyawan PT. Hanson International, Tbk;
5. PAY selaku Komisaris PT. Agro Artha Surya;
6. RDS selaku Direktur PT. Bukit Berlian Plantations;
7. ISA selaku Direktur PT. Agro Artha Surya;
8. F selaku Karyawan PT. Agro Artha Surya.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. ASABRI,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak, SH, MH, di Jakarta, Senin (5/2021).

Kapuspenkum juga menyampaikan bahwa pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi diperiksa dengan Penyidik yang telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta bagi saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply