Ada Potensi Kerugian Negara Pada Pengadaan Barang Di DBMSDA Kabupaten Tangerang

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, TANGERANG  –   Pengadaan barang/jasa tahun 2021 di Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang berpotensi merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah. Potensi kerugian negara tersebut timbul dari adanya permainan kotor atau persekongkolan tender.

Dengan persekongkolan itu, maka paket-paket pekerjaan yang ditenderkan mayoritas dimenangkan oleh perusahaan dengan penawaran yang lebih tinggi dari penawaran perusahaan yang dikalahkan atau digugurkan. Selisih harga penawaran pemenang tender dengan yang kalah atau gugur itulah yang akan menjadi potensi kerugian negara.

Suksesi atau pemenangan perusahaan yang diduga kuat telah direncanakan (diplot) itu, diduga dapat berjalan lancar karena adanya campur tangan Kelompok Kerja Pemilihan (Pokja V). Bahkan disinyalir, bahwa persekongkolan dilakukan oleh para peserta tender adalah sebagai upaya untuk mengamankan paket pekerjaan yang “dibeli” dari pemilik pekerjaan.

Paket-paket pekerjaan yang berpotensi merugikan keuangan negara itu antara lain adalah : Pertama, “Peningkatan Jalan Kawedaran – Badak Anom” yang dimenangkan oleh PT. Anugerah Raya Agung dengan penawaran Rp 3.855.622.037,03 karena PT. Sinergi Mitra Andalan Sukses Tidak melengkapi persyaratan sesuai Dokumen Pemilihan BAB III, IKP Angka 30.12 huruf e. Sedangkan penawar lainnya PT. Mitra Banten Perkasa dengan penawaran yang persis sama dengan penawaran pemenang yakni Rp 3.855.622.037,03 Tidak menyampaikan Personil Manajerial. Paket ini berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp 122 juta.

Paket kedua adalah “Lanjutan Peningkatan Jalan Kantor Pos – Pasar Gudang” yang dimenangkan oleh PT. Langgeng Mulia Mandiri dengan penawaran Rp 6.756.988.805,18 karena PT. Sinergi Mitra Andalan Sukses dengan penawaran Rp 6.167.661.305,37 gugur karena Tidak menyampaikan persyaratan sesuai BAB III IKP, Angka 30.12 huruf e Dokumen Pemilihan. Paket ini berpotensi merugikan keuangan negara Rp 594 juta.

Yang ketiga, adalah paket “Rehabilitasi Jl. Jatigintung – Cituis – Sukadiri (STA Akhir)” yang dimenangkan oleh PT. Langgeng Mulia Mandiri dengan penawaran Rp 4.496.517.247,63 karena PT. Sinergi Mitra Andalan Sukses dengan penawaran Rp 4.258.902.310,78 Tidak menyampaikan persyaratan sesuai BAB III IKP, Angka 30.12 huruf e Dokumen Pemilihan. Paket ini berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp 237 juta.

Paket keempat adalah “Peningkatan Jalan Cibadak – Tigaraksa” yang dimenangkan oleh PT. Berkat Anugrah Perkasa Pratama dengan penawaran Rp 6.306.426.545,09 karena PT. Benteng Bangun Sejahtera, PT. SGS Perkasa Abadi, dan PT. Maju Saribu Dolog tidak melengkapi persyaratan sesuai Dokumen Pemilihan BAB III, IKP Angka 17.3.c dan PT. Surya Kencana Padjajaran menyampaikan RKK tidak sesuai dengan Permen PU 14 Tahun 2020. Sementara PT. Sinergi Mitra Andalan Sukses gugur ‘tanpa alasan’.

Pada paket ini, penawaran pemenang tender persis sama dengan PT. Maju Saribu Dolog. Diduga penawaran dari keduanya dibuat dan diupload oleh orang dan dari perangkat yang sama. Paket ini berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp 1.1 miliar.

Yang kelima, “Lanjutan Peningkatan Sungai Cimaneuh” dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 457 juta, “Pembangunan DI Rajeg II” sebesar Rp 442 juta, “Pembangunan DI Sukadiri II” sebesar Rp 439 juta, “Pembangunan DI Rajeg I” sebesar Rp 441 juta, “Pembangunan DI Sukadiri I” sebesar Rp 440 juta, “Lanjutan Peningkatan Sungai Solear” sebesar Rp 291 juta, “Peningkatan Jalan Taban – Sukamanah” sebesar Rp 313 juta, “Peningkatan Jalan Kelapa Kidul – Tegal Sari” sebesar Rp 266 juta, dan “Pembangunan Sungai Cirarangan” sebesar Rp 170 juta.

Tak hanya itu, sejumlah paket lainnyapun berpotensi merugikan keuangan negara sebagai akibat dari adanya persekongkolan tender.

Kepala Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang dan para PPK dan Pokja V tidak dapat ditemui untuk dikonfirmasi.  Pokja kan di basecamp. Gak bisa ditemui itu. Kalau pak Kadis dan Kabid-kabid belum lihat saya dari pagi,” kata seorang pegawai DBMSDA, Senin (5/4/2021)

JUARA SIMANJUNTAK

Share.

About Author

Leave A Reply