Tender Pengadaan Barang Jasa Di DBMSDA Kabupaten Tangerang Terindikasi Persekongkolan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, TANGERANG – Tender pengadaan barang/jasa tahun 2021 di Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang diduga kuat masih diwarnai persekongkolan. Paket-paket pengadaan barang berupa jasa konstruksi yang ditenderkan diduga telah diperuntukkan bagi penyedia jasa konstruksi tertentu.

Indikasi persekongkolan terlihat dari adanya paket-paket pengadaan yang dimenangkan oleh penyedia jasa konstruksi karena penyedia lainnya gugur dengan alasan tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi. Ketidakhadiran tersebut diduga kuat terjadi karena penyedia yang bersangkutan terafiliasi dengan pemenang.

Dugaan bahwa perusahaan penyedia jasa pemenang tender dan yang perusahaan yang gugur karena tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi terafiliasi, terlihat pada tender paket “Pembangunan DI Sukadiri I” yang dimenangkan oleh AMEKA GRAHA UTAMA dengan penawaran Rp 1.878.405.648,36 karena penyedia lainnya yakni GARASI dengan penawaran Rp 1.438.234.091,73 tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi. Kedua perusahaan ini diduga kuat terafiliasi atau dikendalikan oleh satu pengusaha atau dipinjamkan kepada seorang pengusaha. Kedua perusahaan tersebut beralamat di jalan yang sama meskipun berbeda nomor kantor dan RT/RW.

Paket lainnya adalah “Peningkatan Saluran Pembuang Jeunjing 2” yang dimenangkan oleh CV. Cipta Teknik Perkasa dengan penawaran Rp 1.944.514.263,65 karena CV. Sumber Rizky dengan penawaran Rp 1.830.447.582,46 tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi. Kedua perusahaan ini diduga kuat terafiliasi atau dikendalikan oleh satu orang,. karena berdomisili pada alamat yang sama.

Tak hanya itu, paket “Peningkatan Sungai Cirarangan” dengan pemenang tender CV. Armagedone dengan penawaran Rp 936.910.666,68 karena CV. Marsadola Lestari dengan penawaran Rp 766.006.018,98 tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi. Kedua perusahaan ini dikendalikan oleh satu orang pengusaha.

Selain dengan alasan tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi, modus lain yang dilakukan adalah gugur dengan alasan tidak menyampaikan persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Tender. Namun, menurut seorang pelaku usaha jasa konstruksi yang tidak mau namanya diekspos, persyaratan yang dinyatakan tidak ada itu diduga sengaja tidak dilampirkan untuk memuluskan pemenangan perusahaan yang telah diplot untuk menang tender.

Persyaratan yang tidak disampaikan itu pada dasarnya disengaja karena sudah ada permufakatan jahat Anatar sesama peserta tender,” ujarnya.

Indikasi persekongkolan dengan pengguguran perusahaan dengan alasan tidak menyampaikan persyaratan tertentu, juga layak menjadi perhatian. Pasalnya, alasan yang menjadi dasar untuk menggugurkan perusahaan ‘non pengantin’ pada umumnya sama dalam satu paket. Contohnya, pada paket “Peningkatan Jalan Cibadak – Tigaraksa” yang dimenangkan oleh PT. Berkat Anugrah Perkasa Pratama dengan penawaran Rp 6.306.426.545,09. karena PT. Maju Saribu Dolog dengan angka penawaran yang sama Rp 6.306.426.545,09 tidak menyampaikan persyaratan BAB III. IKP 17.3.c Personil Manajerial. Diduga, penawaran PT. Maju Saribu Dolog dan PT. Berkat Anugrah Perkasa Pratama dibuat oleh satu orang dan diupload dari satu komputer yang sama.

Paket lainnya adalah “Peningkatan Jalan Syekh Nawawi” yang dimenangkan oleh PT. Karya Prakarsa Utama dengan penawaran Rp 4.846.376.088,49 karena PT. Sinergi Mitra Andalan Sukses dengan penawaran Rp 4.720.745.215,68 dan PT. Insan Kharisma Abadi dengan penawaran Rp 4.493.721.285,57 tidak menyampaikan atau melampirkan persyaratan BAB III IKP 30.12.e.

Kelompok Kerja Pemilihan V (Pokja V) diduga ikut berperan dalam persekongkolan tender itu. Pasalnya, pada paket “Pembangunan Embung Serdang Wetan”, Pokja V sejatinya tidak perlu membuat alasan untuk menggugurkan PT. Karya Prakarsa Utama karena penawarannya yang Rp 9.691.234.236,75 lebih tinggi dari penawaran PT. Anugerah Bintan Pratama yang Rp 9.592.385.463,95.

Sampai berita ini disiarkan, Pokja Pemilihan V tidak dapat ditemui untuk dikonfirmasi. Begitupun dengan Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang dan para PPK ataupun Kepala- kepala Bidang terkait.

“Kosong semua pak,” kata seorang pegawai yang ditanyakan tentang para pejabat tersebut, Rabu (31/3/2021).

JUARA SIMANJUNTAK

Share.

About Author

Leave A Reply