Prevalensi Stunting di Bondowoso Mengalami Penurunan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, BONDOWOSO – Bupati Bondowoso Salwa Arifin menyampaikan, selama tahun 2019 sampai dengan tahun 2020 prevalensi stunting di Kabupaten Bondowoso mengalami penurunan sekira 4 persen. Dari target yang ditentukan 10,66 persen dalam dua tahun.

” Berdasarkan data hasil timbang yang rutin dilaksanakan Bulan Februari dan Agustus, pada tahun 2018 adalah 18, 80 persen. Namun, pada 2019 menjadi 14, 59 persen. Sedangkan pada 2020 kembali menurun menjadi 12, 23 persen,” kata Bupati di Pedapa, saat memberikan pemaparan di acara rembuk stunting, Rabu (24/3).

Bupati memberikan apresiasi pada pihak Dinas kesehatan yang telah mampu menurunkan angka yang sangat signifikan. Ia pun meminta, Dinas kesehatan bersama semua pihak terus memantau perkembangan bulan timbang yang rutin dilaksanakan oleh Posyandu. Selain itu, meningkatkan keterampilan para kader.

“Saya harapkan, Dinas Kesehatan terus memantau hasil timbang yang dilaksanakan oleh posyandu,” pintanya.

Bupati menginstruksikan, semua pihak terutama Dinas Kesehatan terus mengingatkan masyarakat untuk selalu datang ke Posyandu. Baik Ibu Hamil maupun yang memiliki balita. Kemudian, hasil timbang di input melalui Elektronic Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E – PPGBM).

“Saya minta hasil timbang melalui E-PPGBM disampaikan kepada umum. Kepada lintas diwilayahnya, baik itu Camat, Kepala Desa maupun Lurah. Sehingga pemegang wilayah mengetahui sasaran stunting yang nantinya harus dilakukan intervensi. Baik secara spesifik maupun sensitif, ” terangnya.

SHODIQ

Share.

About Author

Leave A Reply