Mobil dan Barang Berharga Dibawa Kabur Debt Collector, Warga Jombang Lapor Ke Polda Jatim

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA – Nahas nasib yang dialami Linda Kusumawati (30) wanita asal Mojoagung Kabupaten Jombang. Mobil dan barang berharga miliknya raib dibawa kabur Debt Collector PT Sinar Mas Sepadan (SMS) Finance Cabang Mojokerto.

Berawal, adik Linda, Candra Mardiansyah (33) didatangi oleh beberapa orang dari pihak leasing, pada Jumat (12/3/2021). Dengan alasan keperluan menawarkan program restrukturisasi kredit berupa nol angsuran hingga sembilan bulan kedepan.

Tawaran tersebut, hanya untuk meyakinkan Candra melakukan tanda tangan yang di tawarkan pihak leasing, paksaan terus dilakukan. Ia mengaku dipaksa tanda tangan persetujuan mengikuti program restrukturisasi.

” Saya keberatan tanda tangan. Sebab, kredit mobil bukan atas nama saya, melainkan nama Linda Kusumawati. Namun pihak leasing terus memaksa tanda tangan, bahkan saya tidak diberi kesempatan membaca isi tulisannya,” ujar Candra.

Kemudian, Candra diminta untuk segera datang ke kantor SMS Finance, Kabar mengejutkan. Candra disebut pihak leasing sepakat menyerahkan mobil Honda Brio Satya kepada SMS Finance dengan bukti surat penarikan yang telah ditanda tangani.

Ternyata, isi tulisan yang di tandatangani Candra bukanya program restrukturisasi kredit berupa nol angsuran, melainkan Surat penarikan unit mobil Honda Brio.

“Saya disitu dikasih surat penjabelan (penarikan) unit. Saya kaget, saya merasa tidak tanda tangan surat itu kok langsung ada, dan kontak mobil langsung di ambilnya,” kata Candra.

Ketika itu, Sempat terjadi perdebatan, namun lagi-lagi pihak finance berdalih kendaraan sedang dilakukan upaya pemenuhan administrasi berupa pengecekan nomor rangka, nomer mesin, hingga dokumentasi. Sampai pada akhirnya mobil tersebut taib beserta barang berharga di dalam mobil.

Atas nasib yang dialaminya, Linda pun akan melaporkan ulah nakal debt collector ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, Kamis (18/3/2021).

Dengan didampingi keluarga dan penasihat hukumnya, Linda, perempuan pekerja salon kecantikan tersebut mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

“Cicilan saya sudah Rp 130 juta, itu sama DP (uang muka)-nya. Belum lagi barang-barang yang ada di dalam mobil. Ada arloji, uang tunai, barang-barang salon, kosmetik dan assesoris mobil,” lanjut Linda.

Yang menjadi pertanyaan baginya, selama ini angsuran dikatakan Linda juga disiplin dibayar. Kalaupun ada lewat jatuh tempo itu pun hanya hitungan hari, tidak sampai sepekan. Namun mobil justru ditarik leasing secara sepihak.

“Padahal belum terlambat bulan, hanya belum bayar tanggal delapan bulan Maret dibayar tanggal 12 sudah gak bisa,” akunya.

Linda berharap, petugas kepolisian tegas dan segera menangani perkaranya. Sehingga kendaraan jenis Brio Satya yang selama ini telah susah payah ia peroleh dengan cara kredit bisa kembali ke tangannya.

HOLD

Share.

About Author

Leave A Reply