Hotma Katakan : Fanny Halim punya bukti Sertifikat Bukan Mafia Tanah

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA  – Merasa dirugikan atas pemberitaan dimedia online, terkait dugaan adanya mafia tanah yang menurut pemberitaan disalah satu media Online tersebut dimana ada yang menyuruh pengacara serta oknum Polisi Militer (PM) AL memarahi serta mengintimidasi pengelola tanah yang terletak didaerah Pandegiling, sehingga Hotma merasa dirugikan atas pemberitaan tersebut.

Dikatakan sebenaranya pada saat itu saya diminta tolong oleh ibu Lisa Rachmat selaku Penasehat Hukum dari ibu Fanny Halim, pemilik lahan yang ada dijalan Pandegiling No.119-125, Surabaya, untuk membuat pos jaga di lokasi tanah tersebut.

Pada saat itu, lanjut Hotma saya ajak teman yang kebetulan teman saya anggota. ” Ketemu sama teman saya itu selepas dinas disaat saya mau ngopi,” ucapnya.

Karena sudah lepas dinas saya ajak mampir sebentar ke tanah yang ada dipandegiling.

“Ketika saya masuk ke lokasi tanah tersebut untuk melakukan pengukuran, saya didatangi Anwar, dia mengaku kuasa dari Waluyo, menurut pernyataan dia tanah tersebut milik Waluyo,” jelas Hotma.

Pada saat itu, saya menanyakan kepada Anwar, kalau memang tanah ini milik pak Waluyo mana bukti sertifikatnya. Namun Anwar tidak bisa menunjukkan bukti itu.

“Setelah kejadian tersebut muncullah pemberitaan yang menuduh saya, juga Bu Lisa, serta teman saya itu disuruh oleh mafia tanah untuk mengintimidasi pengelola tanah Pandegiling” tutur Hotma.

Atas pemberitaan itu sangatlah tidak benar, dan sangat menyudutkan pihak saya dan bu Lisa, serta ibu Fanny Halim (Pemilik tanah).

“Bayangkan kami dituduh mafia tanah. Jelas kami tidak teriman,” tegas Hotma, Sabtu (13/2/2021) lalu.

Saya tidak pernah megintimidasi ataupun memarahi pengelola tanah tersebut.

Berita yang muncul dimedia online tersebut sangatlah Melanggar UU Pers hendaknya Pers konfirmasi terlebih dahulu. jangan asal dimuat, ini berita hoax dan menyesatkan.

Dari kejadian itu, Hotma melaporkan kepada ibu Lisa.

Atas adanya pemberitaan itu ibu Lisa tidak terima, tanah itu milik Fanny Halim.

Dijelaskan, pada tahun 2013 dengan para ahli waris Ibu Fannya membeki tanah tersebut, didalam waris itu tidak terdapat nama Waluyo.

Masih Pernyataan Hotma, menurut keterangan Bu Lisa, Pak Waluyo sudah pernah mendatangi dikantornya bu Lisa, pada saat itu pak Waluyo ditanya bukti kepemilikannya, tetapi tidak bisa menunjukkan, hanya menunjukkan SKPT saja. “Itupun bukan nama Pak Waluyo,” ujar Hotma.

“Waluyo itu sudah merusak pagar dan merobohkan tembok, dalam hal ini sebenarnya yang mafia tanah itu siapa? dia tidak punya bukti kepemilikan sedangkan ibu Fani punya sertifikat,” pungkasnya.

HARIFIN

Share.

About Author

Leave A Reply