Pengadilan Belum Mengabulkan Permintaan Penasehat Hukum Rizieq Shihab Cs

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur belum mengabulkan permintaan Penasehat Hukum terdakwa Rizieq Shihab cs untuk menggelar sidang dengan menghadirkan terdakwa di ruang persidangan pengadilan, berhadapan dalam satu ruangan, Jaksa, Hakim, terdakwa dan penasehat hukum terdakwa.

Humas PN Jakarta Timur Alex Adam Faizal, SH, MH mengatakan bahwa persidangan masih tetap dilaksanakan secara virtual.

” Sejauh ini belum ada perubahan sidang, masih secara virtual,” ujarnya kepada Media ini, Rabu (17/3) ketika dimintai tanggapannya terkait wolk out-nya Penasehat Hukum (PH) terdakwa Rizieq Shihab cs pada persidangan, Selasa (16/3), kemarin.

Ketika ditanya apa tindakan pengadilan jika nanti PH terdakwa wolk out lagi dari persidangan? Alex Adam Faizal mengatakan sidang akan tetap dilaksanakan tanpa kehadiran PH terdakwa. “Dalam KUHAP diatur kehadiran terdakwa. Tidak diatur untuk kehadiran PH. Jadi jika PH wolk out lagi dari persidangan maka sidang akan dilangsungkan tanpa PH. Tentunya ini akan merugikan terdakwa,” ujar Humas PN Jaktim Alex Adam.

Dia mengungkapkan, peristiwa wolk outnya PH terdakwa, berawal dari buruknya signal online, sehingga jaringan sempat terganggu. “Pada awalnya kondusif,” ujarnya.

Tetapi ketika signal kurang bagus terjadi perbaikan dan peningkatan signal baru kemudian sidang dilaksanakan secara virtual. Tetapi PH Terdakwa sudah tidak mau lagi bersidang. Mereka (PH) menuntut sidang dihadiri terdakwa.

“Mengingat pencegahan penyebaran pandemi Covid-19, setiap terdakwa yang ditahan RUTAN akan tetap disidangkan secara virtual. Lain halnya terdakwa nya tidak dalam tahanan RUTAN, baru dihadirkan ke ruang persidangan,” tegasnya.

Lebih jauh Humas PN Jakarta Timur itu menyampaikan bahwa pada saat itu tidak semua sidang tertunda. Terdakwa atas nama dr. Andi Tatat bin M. Azhar Toha tetap melanjutkan persidangan dengan agenda pembacaan surat dakwaan. “Terdakwa ini tidak ditahan RUTAN sehingga dihadirkan kepersidangan,” katanya.

Untuk perkara ini tambahnya, hakim memberi kesempatan kepada PH terdakwa mengajukan eksepsi (keberatan), dan agenda sidang eksepsi akan dilanjutkan Selasa (23/3/2021).

Dalam perkara ini ada tiga terdakwa yakin dr. Andi Tatat bin M. Azhar Toha, Terdakwa Rizieq Shihab dan terdakwa Muhammad Hanif Alatas Bin Abdulrahman menantu Rizieq Shihab. Tapi yang sudah disidangkan baru terdakwa dr. Andi Tatat Bin M. Azhar Toha (Direktur Utama RS Ummi Bogor).

JPU dalam dakwaannya menyebutkan Terdakwa dr. Andi Tatat bin M. Azhar Toha, didakwa dengan dakwaan Barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggitingginya sepuluh tahun penjara sebagaimana diatur dalam Pasal dakwaan PRIMAIR : melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, SUBSIDAIR : Pasal 14 ayat (2) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, LEBIH SUBSIDAIR : Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Atas dakwawan tersebut Tim Penasihat Hukum Terdakwa menyatakan keberatan. Oleh karena itu mereka mengajukan eksepsi (keberatan) atas dakwawan JPU. Dan majelis hakim mengagendakan sidang pembacaan eksepsi, Selasa (23/3/2021).

Sementara untuk terdakwa atas nama Rizieq Shihab, dan Muhammad Hanif Alatas Bin Abdulrahman menantu Rizieq Shihab dalam perkara Test Swep RS Ummi Bogor akan disidangkan, Jumat (19/3).

“Dan sidang terdakwa Rizieq Shihab, Terdakwa H. Haris Ubaidillah, S.Pd, Terdakwa H. Ahmad Sabri Lubis, Terdakwa Ali Alwi Alatas bin Alwi Alatas, Terdakwa Idrus Alias Idrus Al Habsyi, dan Terdakwa Maman Suryadi dalam kasus Megamendung dan kasus kerumunan pemtamburan juga akan disidangkan, Jumat (19/3),” tutup Humas PN Jakarta Timur Alex Adam Faizal, SH, MH.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply