JPU Minta Saksi Verbalisan Diperiksa Virtual, Advokat Yayat: Penting Sekali Diperiksa Secara Langsung

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA  – Advokat Yayat Surya Purnadi SH MH., selaku Penasehat Hukum Terdakwa M. Kalibi keberatan pemeriksaan saksi Verbalisan penyidik Polda Metro Jaya diperiksa secara Virtual (Online). Karena sangat penting pemeriksaan saksi Verbalisan secara langsung di periksa diruang sidang.

” Terdakwa diperiksa di ruang sidang, oleh karena itu saksi juga harus dihadirkan dan diperiksa diperserdangan. Ini sangat penting untuk mengungkap Fakta-fakta dipersidangan,” ujar Yayat menjawab wartawan by Phone, Selasa (16/3/2021), ketika dimintai tanggapan nya terkait rencana Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yerich Sinaga, SH memeriksa saksi Verbalisan Prayitno secara Virtual.

Yayat Surya Purnadi anggota pengurus Pusat Assosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) itu menilai ada rekayasa penyidikan yang dilakukan penyidik karena Kartu Keluarga (KK) yang dijadikan barang bukti oleh oleh JPU dipersidangan belum ada satu saksi yang mengaku melihatnya sebelumnya.

“Dari mana foto copy KK yang dijadikan barang bukti itu harus diungkapkan dipersidangan. Aneh kan, jika saksi korban juga tidak tahu asal muasal barang bukti itu? Siapa yang memalsukan, bagaimana KK itu dipalsukan tidak dijelaskan dalam dakwaan, jadi perkaranya tidak jelas juga. Baru Ini perkara yang paling aneh yang pernah saya bela,” tegas Yayat.

Menurut Yayat, hanya saksi verbalisanlah yang tahu dari mana BB KK itu di ciptakan. “Kita sudah tanya saksi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang mengatakan bahwa KK tidak ada masuk dalam Warkah sertifikat 247 dan 248 yang diterbitkan BPN atas nama M. Kalibi dan Siti Muthmainah. Ini kan jadi aneh,” pungkas Yayat Bidang Kehumasan pada APSI.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yerich Sinaga, SH dari Kejaksaaan Tinggi DKI Jakarta menghadir saksi Muhamad Andri (Mantan Lurah Koja) ke Pengadilan Negeri PN Jakarta Utara, Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (15/3/2021).

Mantan Lurah Koja itu dihadapkan kepersidangan untuk didengarkan keterangannya terhadap terdakwa Muhammad Kalibi yang didakwa Pasal 263 KUHP, dengan dakwaan pemalsuan KK (Kartu Keluarga).

Mohammad Andri mengatan bahwa dirinya menjabat sebagai Lurah Koja, Kec. Koja, Jakarta Utara mulai tahun 2010 sampai dengan 2013, tidak mengetahui mana yang palsu dari ke dua KK yang ditunjukkan JPU.

Ketika JPU Yerich bertanya kepada saksi terkait dua KK atas nama Muhammad Kalibi (Suami) dengan Siti Muthmainah (Istri) dan KK atas nama Muhammad Kalibi (Suami) dengan Sarovia (istri), Dia menyatakan bahwa KK Muhammad Kalibi (Suami) dengan Siti Muthmainah (Istri) yang diakui secara tegas yang ditandatanganinya.

“Saya hanya bisa memastikan bahwa yang saya tandatangan adalah KK yang asli (Muhammad Kalibi (Suami) dengan Siti Muthmainah (Istri)) Kalau yang hanya foto qcopy (KK Muhammad Kalibi (Suami) dengan Sarovia (istri)), tidak bisa saya pastikan, apakah itu tandatangan saya atau bukan. Tapi kalau ada aslinya baru bisa dibedakan asli atau palsu,” ujar Muhammad Andri.

Dia menyebutkan, untuk membuat KK baru harus melampirkan pengantar RT, RW dan KTP serta Akte Lahir. Tapi jika hanya memperbaharui saja cukup bawa KK dan melampirkan akte yang mau dimasukkan ke dalam KK.

Ketua majelis hakim Tumpanuli Marbun SH, MH bertanya kepada saksi Andri terkait KK seorang suami yang beristri dua. “Apakah KK seorang suami masuk dalam 2 KK itu,” tanya hakim, yang dijawab: Tidak.

Andre mengatakan jika seseorang harus memiliki dua KK karena memiliki istri dua, maka pada KK dengan istri pertama suami dicatat sebagai kepala keluarga. Sedangkan di KK dengan istri kedua yang menjadi kepala keluarga adalah istri kedua. “Begitu aturannya Pak Hakim,” tutur Andre.

Tumpanuli kembali bertanya. “Ada dua KK disini, apakah kedua KK itu tercatat di Arsip kelurahan?” Yang dijawab: tidak tahu. “Yang saya tahu yang terdapat di arsip hanya satu saja Pak Hakim, yaitu yang KK asli. Kalau KK yang difoto copi tidak tahu,” ujar Andre.

Sementara Advokat Iwan, SH Kuasa Hukum Terdakwa Kalibi hanya bertanya seputar pengajuan pembuatan KK yang menurut Saksi Andri sesuai prosedur. “Pengajuan permohonan pembuatan KK Muhammad Kalibi dengan istri Siti Muthmainah sesuai prosedur,” kata Andri.

Sebelum menutup persidangan JPU Yerich mengajukan permohonan untuk Pemeriksaan saksi verbalisan dilakukan secara virtual. Namun hal itu belum dikabulkan. “Kita periksa dululah semua saksi baru saksi verbalisan. Jangan ada lagi penundaan Pemeriksaan saksi,” tegas Tumpanuli Marbun kepada JPU.

Sementara terdakwa Moh Kalibi tidak menanggapi keterangan saksi itu. “Saya tidak ada komentar terhadap keterangan saksi yang mulia,” ujar Kalibi menjawab pertanyaan Hakim.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply