Terdakwa Aditya Menunggu Tuntutan JPU Erni Promoti di PN Jakarta Utara

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA  –  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erni Promoti, SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara menghadirkan Terdakwa Aditya Egatifyan alias Bokir bin Adi Gunawan secara virtual ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (8/3/2021).

Terdakwa Aditya Egatifyan dihadapkan kepersidangan pimpinan Ketua Majelis Hakim Hendy, SH dengan anggota Benny SH, Maryono, SH, MH dalam agenda pemeriksaan saksi, saksi polisi penangkap (Asep Gunawan dan saksi Prasetyo) dari Kepolisian Resort (Polres) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Saksi Asep Gunawan, Prasetyo dan 5 orang lainnya Polisi dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan penangkapan terhadap terdakwa Aditya Egatifyan dengan barang bukti berupa 1 paket narkotika jenis shabu seberat 5,02 gram, 100 butir pil ecstasy warna coklat berlogo Kingkong, 650 butir pil ecstasy warna coklat berlogo kingkong, 1 bungkus plastic klip berisi serbuk pil ecstasy seberat 18 gram, 400 butir pil ecstasy wama coklat berlogo Love, 1 kantong plastic bening berisi narkotika jenis shabu dengan berat 38,7 gram dan 1 buah lim bangan digital, selanjutnya terdakwa dan barang bukti dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok guna pengusutan lebih lanjut.

Keterangan kedua saksi itu tidak ada yang dibantah terdakwa, semua yang disampaikan dipersidangan diakui terdakwa.

Dan saat pemeriksaan dilanjutkan untuk Pemeriksaan terdakwa, Aditya menjelaskan kronologi kejadian:
Bahwa pada hari Sabtu tanggal 17 Oktober 2020 sekitar jam 12.00 Wib. FERDY als BONYOK (belum tertangkap) menyuruh terdakwa untuk mengambil narkotika di daerah Tanjung Priok Jakarta Utara lalu terdakwa pergi ke daerah Tanjung Priok Jakarta Utara dan bertemu dengan seorang laki-laki yang tidak diketahui namanya dan menyuruh terdakwa mengambil kardus Donat J CO yang diletakkan dibawah tiang listrik disamping Pom Bensin dan setelah terdakwa mengambil kardus Donat J CO berisi narkotika tersebut kemudian terdakwa pulang ke daerah Cibinong Bogor Jawa Barat dan kemudian terdakwa memberitahukan kepada FERDY als BONYOK telah mengambil narkotika tersebut.

Kemudian keesokan harinya (18 Oktober) terdakwa membuka kardus Donat J CO tersebut dan didalamnya terdapat 1 kantong plastic sebanyak 50 gram narkotika jenis shabu dan 1300 butir narkotika jenis pil ecstasy.

Selanjutnya pada hari Senin tanggal 19 Oktober 2020 terdakwa diperintahkan oleh FERDY als BONYOK untuk mengantar narkotika jenis Pil Ecstasy sebanyak 100 butir dengan cara menempelkan di Mall Robinson dan sekitar jam 19.30 Wib, terdakwa keluar untuk menemui ALFIN di Jln. Raya Bogor di depan Superindo Cibong Bogor Jawa Barat. Dan pada waktu terdakwa menunggu ALFIN itulah dia ditangkap diatas sepeda motor.

Terdakwa Aditya mengaku melakukan pekerjaan itu (mengambil, menjual atau sebagai perantara jual beli narkotika) adalah untuk mendapatkan upah atau komisi dari FERDY als BONYOK sebesar Rp 3 juta.

Atas perbuatannya itu JPU Erni Promoti, SH, MH menjerat terdakwa Aditya Pasal 114 ayat (2), Jo Pasal 12 Yaya (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Usai pemeriksaan saksi, Ketua Majelis Hakim melanjutkan pemeriksaan terdakwa. Dalam pemeriksaan, terdakwa Aditya Egatifyan mengakui perbuatannya sebagaimana dijelaskan dua Saksi. Selanjutnya terdakwa Aditya Egatifyan menunggu hukuman yang akan dijatuhkan JPU Erni Promoti.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply