Mengaku Tim Sukses Gibran Radian Aniaya Ayu

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA  –  Rahadian Zulfikry, terdakwa kasus penganiaya wanita di Apartement Royal City Loft, Lakarsantri, kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (8/3/2021). Kali ini sidang mengagendakan keterangan dari korban yakni Anggriani Chintami Ayu Lestari yang tak lain kekasih terdakwa.

Dalam keteranganya saksi Anggriani menceritakan kronologi terjadinya penganiayaan itu. Dirinya emosi dan membanting handphone milik terdakwa. Sontak hal tersebut membuat terdakwa marah atas sikap Anggriani.

“Saya banting karena saya sudah sangat jengkel telah dibohongi pak hakim. Terdakwa selama ini hanya mengaku-ngaku sebagai direktur BUMD, kenal orang-orang besar (pejabat,red), kenal Kapolda juga ngaku Tim Sukses Gibran. Dia juga sering mengancam saya,” ungkap saksi Anggriani di ruang Garuda.

Bukan hanya diancam dan merasa kenal dengan pejabat papan atas. Terdakwa juga mengaku masih single, padahal terdakwa telah memiliki dua orang istri.

Setelah saksi membanting handphone tersebut, terdakwa memukul korban hingga mengenai kelopak matanya. Saksi pun memabalasnya dengan melepar akuarium ikan cupang yang ada di dalam kamarnya hingga membuat terdakwa kabur keluar dan mengunci kamar tersebut dari luar.

“Saya mencoba kabur dari kamar apartemen dengan memecahkan kaca jendala dan meminta tolong ke security,”kata saksi.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, terdakwamembenarkannya. Namun Ia membantah kalau saat itu mengunci Marissa di dalam kamar apartemen. “Iya benar pak hakim. Tapi saya tidak sengaja menguncinya di kamar. Hanya saja saya kabur takut terlempar kaca akuarium”elak terdakwa.

Setelah mendengarkan keterangan para saksi. Ketua majelis hakim Dede Suryaman menutup persidangan dan dilanjutkan pada 15 Maret 2020 mendatang. “Baik sidang kita tutup, dilanjutkan ke pemeriksaan terdakwa,” ucap Dede.

Diketahui, terdakwa Rahadian Zulfikry pada hari Rabu tanggal 14 Oktober 2020 sekira jam 22.45 wib, Bertempat di kamar Apartemen Royal City Loft Surabaya nomor 2215

Pada hari Rabu tanggal 14 Oktober 2020 sekira pukul 22.45 Wib terdakwa mendatangi kamar Apartement Royal City Loft nomor 2215 yang ditempati saksi Anggriani Chintami Ayu Lestari alias Marissa.

Terdakwa dan saksi Anggriani terlibat bicara soal perampuan membuat saksi Anggriani marah dan melempar HP terdakwa ke lantai.

Selanjutnya terdakwa memukul wajah saksi Anggriani berkali kali dengan kepalan tangan hingga mata saksi mengeluarkan darah dan terjatuh ke lantai.

Terdakwa menyeret saksi Anggriani hingga sikut tangan kanan terluka, sehingga saksi Anggriani berteriak minta tolong lari ke lantai bawah memanggil security apartemen, terdakwa menghalangi.

Tidak lama datang scurity Juli Putut wijarnako dan Danil Yusuf, mengingatkan agar tidak terjadi pertengkaran, mengganggu penghuni lainnya.

Saksi Anggriani berkata “Tolongin saya dong, kalian dibayar dia Cuma uang rokok doang, kalau anak istri kalian dijamin satu tahun gakpapa kalian belain” kepada saksi security.

Kembali terdakwa menarik saksi korban ke dalam kamar dan mengunci saksi korban dari luar.Kemudian dengan cara memecah kaca jendela gunakan kursi makan berteriak minta tolong kepada scurity dibawah, agar dibukan pintu.

Akibat perbuatan terdakwa dari hasil Visium Et Repertum, Saksi Anggriani mengalami, luka memar / lebam di kedua kelopak mata dan darah sudah mengering.

Luka memar / benjol di kulit kepala yang  yang tertutup rambut, dan luka memar di lengan kanan.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana sesuai pasal 333 Ayat (1) KUHP.

HARIFIN

Share.

About Author

Leave A Reply