Abdul Hamid : K3D Ingin Wujudkan Mimpi Destinasi Wisata di Setu Pengarengan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KOTA DEPOK — Sejumlah masyarakat yang peduli akan lingungannya, dan bergabung di dalam K3D (Komunitas Kampung Kita Depok), ingin mewujudkan destinasi wisata di Situ Pengarengan. Maka, berinsiatif membangun pos pantau banjir dan sampah di kawasan Situ. Karena, untuk mengantisipasi ketika dimusim kemarau dikawatirkan terjadi kebakaran dari tumpukan sampah dan banjir di musim penghujan selalu banyak sampah yang tersumbat.

” Sebab, sebelumnya telah terjadi kebakaran yang sempat meresahkan masyarakat di diarea pipa gas. Maka, untuk mencegah hal tersebut pihaknya membangun pos pantau sampah dengan dana hasil dari urunan para pengurus Komunitas Kampung Kita Depok,” ujar Ketua K3D, Abdul Hamid, Sabtu (6/3/2021).

Dia menceritakan, bahwa K3D memulai berkiprah dengan menata kawasan jalur pipa gas Pertamina di sepanjang Juanda-Margonda. Bahkan, kami juga sempat terkena pembersihan di kawasan jalur pipa gas tersebut. Karena, saat itu K3D belum terbentuk secara resmi.

“Namun akhirnya, K3D melakukan komunikasi langsung ke Pertamina Pusat dan mendapatkan rekomendasi untuk pengelolaan kawasan sepanjang jalur pipa gas Pertamina. Selain itu, kami juga merangkul berbagai kominitas pencinta serta pelaku usaha tanaman hias untuk mempercantik di kawasan Juanda,” ucap Hamid.

Menurutnya, bahwa kedepannya para penjaga pos pantau sampah adalah para relawan dari masyarakat setempat yang secara bergantian menjaga kawasan tersebut dan bekerja secara sukarela tanpa di bayar.

“Jadi, kami tidak bisa membayangkan jika terjadi lagi kebakaran akibat ada yang membakar tumpukan sampah bisa menjadi bencana Nasional. Sebab, pipa gas itu terhubung ke berbagai wilayah di Indonesia,” tutur Hamid.

Hamid juga merasa heran kenapa ya’ ketika K3D ingin memberikan yang terbaik pada lingkungan serta memperindah Kotanya, tapi menjadi polemik. Bahkan, K3D tidak pernah menguruk Situ, justru membantu membersihkan sampahnya agar tidak tersumbat bila musim penghujan. Jadi, agar masyarakat mengetahuinya dibangun pos pemantau ini.

“Artinya, K3D tidak berhenti untuk melanjutkan pembangunan pos pantau sampah tersebut. Karena, ini demi menyelamatkan lingkungan dari bahaya kebakaran serta banjir yang selalu menghantui warga di kala musim penghujan,” tandas pensiunan BUMN itu.

MAULANA SAID

Share.

About Author

Leave A Reply