KSAD Andika Perkasa Borong Dagangan Kripik Kang Acep

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa didampingi istri, Hetty Andika Perkasa mengundang sekaligus memborong dagangan Acep Yunus Imanudin, penjual keripik keliling yang juga penyandang disabilitas, di Mabesad, Jakarta.

Kisah Acep Yunus Imanudin menjadi salah satu contoh inspiratif. Pasalnya, memiliki kekurangan fisik bukan menjadi suatu halangan baginya untuk terus berusaha mencari rezeki.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IV DPR, Dedi Mulyadi memperkenalkan semangat Acep kepada KSAD Andika karena Acep merupakan salah satu contoh disabilitas inspiratif bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Menjadi pedagang keripik membuatnya harus berkeliling dan menarik dagangan seorang diri.

”  Pertemuan Acep Yunus Imanudin dengan KSAD dan Ketua Umum Persit KCK, diprakarsai oleh Dedi Mulyadi. Dedi merasa Acep adalah sosok yang menginspirasi para penyandang disabilitas di Indonesia,” dikutip dari akun Instagram @tni_angkatan_darat.

“Alhamdulillah jualannya sampai ke Mabesad. Senang banget. Apa saja jualannya?” sambutan hangat istri Jenderal Andika, Hetty Andika.

“Cemilan bu kayak keripik,” jawab Acep.

“Wah banyak. Setiap hari bawanya segini?” tanya Hetty Andika sembari membuka dagangan Acep.

“Iya,” balas Acep.

Dalam kesempatan itu, Jenderal Andika memborong seluruh dagangan dan mengajak bawahannya untuk mengambil dagangan Acep. Masing-masing mendapatkan satu bungkus keripik.

Tak lupa KSAD Andika langsung memerintahkan sang istri untuk membayar dagangan Acep sejumlah lebih dari Rp1 juta.

“Ini kan 168 kan ya Acep. Berarti kalau Rp10 ribu satu, jadinya Rp1 juta 680 ribu ya? Bayar mah,” ujar Jenderal Andika.

“Alhamdulillah. Mudah-mudahan Ibu diberi kesehatan, diberi kelancaran juga. Terima kasih, bapak,” balas Acep sembari tersenyum.

Tidak pernah terbesit dibenak Acep dagangannya bakal diborong oleh sang Jenderal.

“Tak pernah ada niatan bahkan berharap agar dikasihani hingga memborong semua dagangannya. Karena menurut saya, kaum disabilitas berhak untuk mendapatkan kesetaraan serta tetap mampu untuk berkarya,” paparnya.

Tidak terpikirkan oleh saya terpanggil karena apa, lanjut Acep, bukan berarti saya ingin diborong dagangan saya atau mengharapkan bantuan apapun tapi memperbaiki martabat disabilitas, supaya disabilitas itu jangan lagi ada yang didiskriminasi atau dipandang sebelah mata.

“Saya ingin menunjukkan supaya disabilitas itu bukanlah dijadikan alat untuk ngemis, tapi dijadikan satu kreativitas, karena orang disabilitas itu adalah makhluk istimewa dari Allah,” tuturnya.

Moment haru terlihat saat KSAD Andika Perkasa yang didampingi istri, Hetty Andika Perkasa menggendong Acep dari ruang dinasnya hingga ke dalam mobil berwarna hitam. Acep tersenyum sumringah dengan membalas dan melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan kepada Sang Jenderal.

RED

Share.

About Author

Leave A Reply