JPU Erma Dakwa Fadillah Pasal 170 KUHP Diancamkan Pidana 7 Tahun Penjara

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA –  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara Erma Octora, SH, menghadirkan Terdakwa Fadillah ke persidangan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara Jln. Gajah Mada Jakarta Pusat, Rabu (24/2/2021).

Fadillah dihadapkan kepersidangan di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri PN Jakarta Utara Pimpinan Ketua Majelis Hakim Topan Mandala untuk mendengarkan pembacaan Surat dakwaan JPU sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Dakwaan Pasal 167 ayat (1) KUHP, Jo Pasal 170 ayat (1) KUHP, terdakwa terancam hukuman 7 tahun pidana penjara.

Dalam Dakwaannya JPU Erma Octora, SH mengatakan Terdakwa Fadillah dengan teman-teman nya telah memasuki halam Korban pelapor (Monang Pangaribuan) dan merusak pagar dan tanaman yang ada dalam kebun yang berada di Jl. Bekasi Raya, Km 21 Rt003/004, Kel. Pegangsaan Dua, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kronologi kejadian;
Berawal saksi korban Monang Pangaribuan telah menggarap sebidang tanah seluas lebih kurang 27100 m2 di Jl. Bekasi Raya, Km 21 Rt003/004, Kel. Pegangsaan Dua, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara yang mana dasar saksi korban menggarap sebidang tanah tersebut adalah Surat Keterangan Tanah Garapan Nomor : 101/21/24/1974 Petukangan 111. 21-10-1974 yang ditandatangani A. Rachman Oper Alih Tanah Garapan Petukangan II, 25-12-1974 yang Mengetahui LURAH PETUKANGAN, A. 71.711.03/1983 tanggal 16 Pebruari 1983 berkop surat Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Kec. Koja, Kelurahan Pegangsaan Dua.

Kemudian di area bidang tanah tersebut saksi korban membuat bangunan berupa 3 rumah gubug yang ditempati saksi korban beserta keluarganya sejak tahun 1975.

Sejak menempati lahan tersebut Monang Pangaribuan (pelapor) membuka kebun dengan ditanami tumbuhan untuk dikonsumsi seperti Mangga, Kelapa, Pisang, Cabai, Jahe dan Pepaya untuk dijual seluas 1.5 hektar, dan ada juga 52 lokasi empang ternak seperti, ayam, entog dan ikan lele) seluas ptotal 1 hektar.

Karena hewan peliharaan milik saksi korban dan tanaman sering hilang diambil orang lain,
dikarenakan pada bagian depan (menghadap jalan raya bekasi) tidak dilindungi pembatas sehingga
orang lain dengan mudah dapat keluar masuk bidang tanah tersebut, maka sekitar tahun 2007 saksi korban membuat tembok pembatas berupa beton untuk melindungi bidang tanah yang saksi korban garapan.

Kemudian pada hari Selasa tanggal 15 Nopember 2016. Terdakwa bersama dengan MARWAN dan 2 rekan MARWAN yaitu DAYAT (belum tertangkap), JUMADI (belum tertangkap) dan TONI (belum tertangkap) sebagai rekan Terdakwa, datang ke tempat / tanah yang digarap saksi korban.

Selanjutnya Terdakwa Fadillah mengakui bahwa bidang tanah yang saksi korban garap tersebut adalah milik Terdakwa dengan cara dibelinya dari MUHAMAD ROZALI atas dasar Akte Pengoperan dan penyerahan HAK Nomor : 6, tanggal 19 September 2016 di Notaris SURDJNONO ARHAM, SH, M.Kn., karena Monang Pangaribuan (saksi korban) mempunyai dasar menggarap di bidang tanah tersebut yaitu Surat Keterangan Tanah Garapan yang ditandatangani oleh A. RACMAN NRK. 2979 selaku LURAH PETUKANGAN, maka saksi korban pun mengusir / menyuruh Terdakwa untuk pergi dengan segera dari tempat tersebut, namun yang terjadi adalah sebaliknya yaitu Terdakwa berusaha mengusir saksi korban dari tempat / tanah yang digarap saksi korban tersebut.

Terdakwa bersama dengan MARWAN dan dua rekan MARWAN serta DAYAT, JUMADI, dan TONI (belum tertangkap) sebagai rekan Terdakwa merusak tembok pembatas bidang tanah yang saksi korban garap untuk
akses masuk ke dalam bidang tanah tersebut dan menebang tanaman milik saksi korban berupa pohon pisang, pepaya, mangga, tebu, ubi kayu dan kangkung yang saksi korban tanam dalam bidang tanah tersebut dengan menggunakan linggis besi, martil, gerinda, cangkul, gergaji mesin dan golok.

Selain itu Terdakwa juga memasang 2 buah plang bertuliskan “TANAH INI MILIK IR FADILLAH
(KETUA PS TTKDH PROVINSI DKI JAKARTA) BERDASARKAN AKTA NOTARIS NO. 6 TGL 19
SEPTEMBER 2016″ dan mendirikan beberapa bangunan yang terbuat dari kayu/bambu/besi serta
beton dan 2 buah pagar besi, serta menyuruh sekelompok / beberapa orang untuk berada di tempat tersebut dengan maksud menguasai bidang tanah tersebut.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply