JPU Belum Dapat Menghadirkan Saksi Verbalisan PMJ Kepersidangan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta Yerich, SH belum dapat menghadirkan saksi Verbalisan penyidik Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya (PMJ) kepersidangan untuk didengarkan keterangannya terhadap terdakwa Muhammad Kalibi, yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021).

Karena menurut Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara Pimpinan Hakim Tumpanuli Marbun SH, MH, dengan Hakim Anggota Tiares Sirait SH, MH dan Rudi Abas SH, MH saksi Verbalisan Ditkrimum PMJ dan saksi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) itulah yang menentukan penguraian benang kusut yang terjadi pada dakwaan JPU terhadap terdakwa Muhammad Kalibi yang dijerat dengan dakwaan Pasal 263 KUHP “memalsukan Kartu Keluarga (KK)”.

Karena hakim menilai bahwa keterangan 8 saksi masing-masing Hadi Wijaya (Pelapor), Hara Pakpahan Ratno Saldi atau Rizal (Kuasa Hukum Pelapor) , Agus Mujiman (ahli waris bidang tanah), Suhadi dan Marali, Lukman (Ketua RT) dan Sarovia (Nama yang disebutkan JPU dalam KK) yang sudah diperiksa sebelumnya tidak ada yang mendukung Dakwaan JPU, karena mengatakan tidak tahu dan tidak pernah melihat KK yang dijadikan bukti dipersidangan, sehingga Majelis hakim memerintahkan JPU memprioritaskan pemeriksaan saksi Verbalisan dan dari BPN.

”  Saksi Verbalisan menjadi sangat penting dalam perkara ini karena para saksi yang diperiksa tidak mengetahui KK bahwa keterangan dalam BAP bukan keterangan nya dan bahkan saksi Ratno Saldi atau Rizal (Kuasa Hukum Pelapor) yang seorang advokat mencabut keterangan nya yang ada di BAP. Saksi Verbalisan menjadi kunci, apakah bukti surat (KK) itu yang ada pada berita acara penyitaan. Ini kita biar jelas,” tegas Ketua Majelis Hakim Tumpanuli Marbun SH, MH pada sidang sebelumnya.

Kepala Seksi Sengketa Badan Pertanahan Nasiona (BPN) Kota Administrasi Jakarta Utara, Dedi Sudadi yang dihadirkan JPU kepersidangan juga mengatakan tidak tahu. Keterangan saksi Dedi Sudadi inipun tidak dapat menguatkan dakwaan JPU, bahkan semakin jauh panggang dari api, karena Dedi mengatan tidak pernah melihat KK atas nama Muhammad Kalibi (Suami) dan Sarovia (Istri) sebagaimana surat KK bukti yang dijadikan JPU, tetapi adalah atas nama Muhammad Kalibi (Suami) Siti Muthmainah (Istri).

“Di warka tidak ada dokumen KK yang ada hanya KTP. Dan pengajuan permohonan sertifikat dengan alas pengoperan hak garap dari Mahfudi (penjual) kepada Kalibi (Pembeli),” ujar Kasi Sengketa BPN Dedi Sudadi.

Dedi Sudadi juga menjelaskan bahwa foto copy KK yang ditunjukkan JPU bukanlah seperti KK yang ada dalam dokumen pengajuan permohonan penerbitan sertifikat atas nama Muhammad Kalibi dan Siti Muthmainah. “KK yang dijadikan bukti oleh JPU bukanlah KK legalisir,” ujar Dedi.

“Supaya kita fokus dalam memeriksa perkara ini, mana surat yang dikatakan palsu sesuai dengan dakwaan penuntut umum,” kata Ketua Majelis Hakim Tumpanuli Marbun, SH, MH kepada JPU Yerich, menegaskan bahwa saksi yang diperiksa tidak mengetahui bukti yang dihadirkan kepersidangan.

Bahkan keterangan saksi Hadi Wijaya (pelapor) mengatakan tidak mengetahui KK dari mana dan dimana palsunya. Dia menjelaskan bahwa mengetahui adanya KK dan sertifikat palsu dari penyidik yang katanya hasil pengembangan penyelidikan.

Akhirnya majelis menegur saksi karena dianggap memberikan keterangan berdasarkan asumsi bukan fakta.

Penasehat Hukum Terdakwa M. Kalibi, Yayat Surya Purnadi, SH, MH, CPL dan Misrad, SH, M Zulkarnain, SH dan Nourwandy, SH, mengatakan kepada media ini bahwa dakwaan JPU sangat lemah bahkan terkesan rekayasa.

“Dari 9 saksi yang sudah diperiksa dipersidangan belum ada yang mengaku mengetahui dan melihat KK yang dipalsukan. Bahkan pelapor sendiri tidak tahu. Lebih ironis lagi satu saksi mencabut keterangannya di BAP. Inilah bukti kelemahan Dakwaan JPU,” ujar Yayat Surya Purnadi advokat dari Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (SPSI) itu, usai sidang.

Advokat Yayat Surya Purnadi yakin kliennya tidak bersalah. “Didalam perkara ini akan terungkap kebenaran. Saya percaya kalau majelis sudah mendapatkan kesimpulan meskipun proses persidangan baru pemeriksaan saksi-saksi,” tegas Yayat.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply