Satu Tahun Rumah Jeki Messakh Di Eksekusi Citraland Diduga Diberi Penetapan Janggal

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, SURABAYA – Jeki Messakh dan Ir. Suhartati Messakh Pemilik Rumah yang berletak di jalan Bukit Telaga Golf TA 6 no 27 Newton hill Citraland, menyatakan bahwa mereka baru di beri Penetapan Eksekusi nomer 77/ Eks/ 2018/ PN Sby jo 987/ Pdt. G/ 2014/ PN Sby jo 298/ Pdt. G/ 2016/ PT jo K/ Pdt.G/ 2017 di keluarkan tertangga 14 November 2019 yang di keluarkan dan di tanda tangani dan keluarkan oleh Ketua PN Nur Syam yang tidak sesuai dengan yang di periksa dan di perlihatkan serta di jadikan bukti di Persidangan oleh Tergugat dan Turut tergugat, pada Persidangan PMH Nomer 316 / Pdt. G / 2020/ PN Sby, atas gugatan terhadap Ketua Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, NurSyam, Panitera PN Surabaya Djamaluddin, dan jurusita Joko Subagyo serta Citraland selaku turut tergugat, Penetapan itu di berikan setelah 1 tahun rumah itu di Eksekusi dan setelah adanya gugatan PMH di atas.

Perkara gugatan itu kami lakukan setelah lahan dan rumah di eksekusi, tepatnya tanggal 17 Desember 2019, yang tidak sesuai dengan Amar Putusan 987/ Pdt. G/ 2014/ PN Sby dan lahan serta rumah di serahkan kepada Citraland untuk di kuasai padahal tidak di perintahkan dalam Amar Putusan dan tidak terdapat dalam Penetapan yang di keluarkan, namun oleh Jurusita Joko Subagiyo di serahkan kepada Citraland. Setelah berkali- kali minta baik-baik, Penetapan itulah yang menjadikan Landasan di Eksekusinya lahan dan rumah kami, melalui Kuasa Hukum maupun permintaannya sendiri.

“Akan tetapi penetapan eksekusi itu di berikan setelah Ketua PN Surabaya pindah dan menjadi Hakim Tinggi di Deli Serdang, Medan,” papar Suhartati, Senin (15/2/2021).

Atas di keluarkannya Surat Penetapan di atas melalui Panetera muda pidan (Panmud) Slamet, ternyata surat penetapan tersebut berbeda dengan yang di perlihatkan sebelumnya dan menjadi bukti di Persidangan Perkara 316/ Pdt. G/ 2020/ PN Sby, yang sekarang sedang berjalan.

Lebih lanjut menurut Suhartati, bahwa atas surat yang di terimanya ada dugaan kejanggalan.

Setelah diteliti Kejanggalan itu, tertulis tanggal 14 November 20 yang tahun 20 nya ada coretan, begitupun
adanya tanda tangan Ketua PN Nur Syam pada bukti itu juga, padahal
pada tanggal dan tahun diatas Ketua PN Surabaya Nur Syam sudah menjabat Hakim pengadilan Tinggi Delli Serdang – Medan.

Masih pernyataan Suhartati, jika salah tulis, maka tidak mungkin orang salah menulis pada tahun yang belum terjadi, kecuali terjadi pada tahun yang bersangkutan yang mana alam bawah sadar kita sudah merekam tahun terjadi yang kita tulis menurut analisa kedua, Suhartati menambahkan bahwa adanya bentuk tanda tangan yang tidak mirip dan dugaan tidak sama dengan garisan tanda tangan Nur Syam pada penetapan dan contoh tanda tangan Nur Syam pada surat lain yang di miliki oleh Suhartati sehingga dugaan adanya kejanggalan atas surat penetapan yang di terimanya.

Untuk itu saya akan mencari kebenaran dan akan melapor kepada Komisi Yudisial (KY) Banwas, Komisi III DPR RI, Presiden dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terutama atas Perubahan dan dugaan kuat Penggantian Bukti yang telah menjadi Berkas Persidangan sudah tidak sama dengan yang di perlihatkan aslinya dan copynya yang di jadikan bukti di Persidangan.

HARIFIN

Share.

About Author

Leave A Reply