HOT

Diduga Tidak Jelas, Developer Tigaraksa View Kembali Dilaporkan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, KABUPATEN TANGERANG – Pengembang perumahan Tigaraksa View yang menjual Kavling komersil siap bangun yang berlokasi di Desa Jeunjing, Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten yaitu PT. Nusantara Sakti Propetindo kembali dilaporkan untuk yang kedua kalinya oleh orang yang berbeda yang merupakan konsumenya sendiri karena dianggap tidak jelas.

Adapun yang melaporkan PT. Nusantara Sakti Propetindo untuk yang kedua ini yaitu Dedy Supriadi Hadiyant melalui Kuasa Hukumya Ranop Siregar, S. H, M. H dengan nomor laporan LP/56/K/I/2021 Resto Tangerang pada Tanggal 25 Januari 2021. Pasal yang dilaporkan yaitu 378 KUHPidana tindak Pidana Penipuan.

Dedy yang ditemui Wartawan RadarOnline.id dilingkungan Polres Tigaraksa Rabu, (3/2/2021) seuasi menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai pelapor mengatakan, “saya membeli Kavling siap bangun yang di pasarkan oleh PT. Nusantara Sakti Propetindo secara Cash pada tahun 2015, namun sampai saat ini tidak ada kejelasaan akan kavling yang saya beli tersebut, ujarnya.

Dedy menambahkan, adapun kavling yang saya beli yaitu kavling Blok B1 No.10 dengan luas tanah 72 Meter, namun sampai saat ini saya tidak tau persis dimana letak kavling saya tersebut, tahun 2020 saya pernah ke lokasi bersama pihak PT. Nusantara Sakti Propetindo tetapi saya tidak melihat adanya batas batas atas kavling yang yang saya beli yaitu Blok B1 No. 10 tersebut.

Ketika disinggung apa yang menjadi pegangan atau bukti atas pembelian kavling tersebut, Dedy mengatakan, “ada Akta Jual Beli, namun akta tersebut tidak saya tanda tangan di depan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) melainkan Akta tersebut sudah selesai dan dikirimkan ke tempat kerja saya dan Akta tersebut sudah ditanda tangan sejak 04 September 2015 ujarnya.

Ranop Siregar, S. H, M. H selaku Kuasa Hukum Dedy berkomentar, “semestinya penanda tanganan sebuah Akta Jual beli (AJB) oleh para pihak yaitu penjual dan pembeli, biasanya dilakukan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), karena di dalam Akta Jual Beli biasanya diawali dengan menerangkan waktu atau tanggal dilaksanakanya penandatanganan akta tersebut serta menerangkan para pihak yang hadir dalam kesepakatan jual beli tersebut yang isinya mengatakan, Hadir dihadapan saya.

Nah untuk klien kami ini, dia tidak hadir didepan PPAT tapi akta jual belinya sudah selesai dan dikirmkan kepadanya, ujar Ranop Kepada RadarOnline.id.

Untuk diketahui bahwasanya PT. Nusantara Sakti Propetindo sudah pernah dilaporkan sebelumnya dengan nomor laporan LP/354/K/III/2020/ Resta Tangerang pada tanggal 20 Maret 2020 juga oleh Konsumen yang merasa kecewa dan tertipu atas pembelian lahan yang dipasarkan oleh perusahaan tersebut, adapun pasal yang di laporkan yaitu pasal Penggelapan dan Penipuan 372 KUHP dan 378 KUHP.

RODI

Share.

About Author

Leave A Reply