Kakanwil Resmikan Pembukaan Program Rehab Medis dan Sosial WPB Lapas Cipinang

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Kepala Kantor Wilayah (Kankanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) DKI Jakarta Drs. Libertty Sitinjak meresmikan pembukaan Program rehabilitasi medis dan Sosial WPB (Warga Binaan Pemasyarakatan) Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (3/2/21).

Turut hadir pada acara peresmian program rehabilitasi itu dari unsur Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta Kadivpas DKI Jakarta, Kadiv Imigrasi dan dr. Wahyu Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP DKI Jakarta mewakili Kepala BNNP DKI Jakarta.

Libertty Sitinjak mengatakan bahwa maraknya bisnis Narkoba yang dilakukan oleh para bandar dibalik jeruji besi tak ayal disebabkan karena permintaan (demand) akan Narkoba yang cukup besar. Untuk menekan jumlah pecandu atau penyalah guna Narkoba yang kian hari semakin meningkat, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi permintaan akan Narkoba itu sendiri. Rehabilitasi bagi pecandu atau penyalah guna Narkoba merupakan langkah konkret yang dapat dilakukan untuk menekan angka penyalahgunaan Narkoba.

” Semakin banyak pecandu atau penyalah guna yang pulih dari kecanduannya terhadap Narkoba, maka akan membuat para bandar kehilangan pasar mereka. Salah satu yang menjadi perbincangan dan topik di berbagai forum diskusi saat ini adalah penanganan para narapidana yang juga merupakan penyalah guna Narkoba. Para Napi yang terbukti sebagai pecandu atau penyalah guna Narkoba memiliki hak yang sama dengan penyalah guna lainnya, yaitu mendapatkan rehabilitasi medis dan sosial. Menyikapi hal tersebut, pada hari ini Lapas Cipinang meresmikan program Rahabilitasi Medis dan sosial,” ujar Kakanwil dan meresmikan pembukaan Program tersebut.

Lebih jauh Libertty Sitinjak mengungkapkan bahwa program rehabilitasi medis dan Sosial ini dicanangkan Kementerian Hukum dan Ham Cq Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM.

“Program ini adalah bentuk kehadiran pemerintah terhadap permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat. Peredaran gelap Narkotika sama masifnya seperti wabah Covid-19 yang melanda dunia saat ini. Oleh karena itu kita semua harus terlibat dalam memberantas peredaran gelap narkoba ini,” tegas Kakanwil.

Libertty Sitinjak menjelaskan bahwa program rehabilitasi medis dan sosial ini sudah dilaksanakan sebelumnya di Laspa Narkotika Jakarta.

“Dilapas Cipinang, Lapas Salemba dan Rutan Cipinang memang baru pertama kali dan akan terus dilakukan sesuai anggaran yang ada. Tetapi di Lapas Narkotika Jakarta program ini sudah beberapa kali dilakukan,” katanya.

Kalapas Cipinang Tonny Nainggolan dalam laporannya mengatakan bahwa ada 700 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) telah di skriming yang masuk rehabilitasi yang dibagi dalam kelompok Rehabilitasi Medis 300 orang dan rehabilitasi Sosial 400 orang.

“Nanti untuk merealisasikan akan dilakukan dua tahap, yakni tahap pertama rehabilitasi medis 150 orang dan rehabilitasi sosial 200 orang. Dan pada tahap kedua juga akan direalisasikan 150 orang Rehab Medis dan 200 orang Rehab sosial,” jelas Kalapas Cipinang Tonny.

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply