Petugas Pasar Induk Bantah Sita Lapak Pedagang

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, BONDOWOSO – Plt UPTD Pasar Induk Didik Muriyanto membantah petugas pasar melakukan penyitaan secara sepihak lapak milik pedagang di luar are Gedung pasar induk. Menurut dia, penertiban dengan mengamankan lapak pedagang itu, sudah sesuai prosedur.

“Sebelum kita melakukan penertiban, kita sudah bersurat kepada para pedagang untuk segera pindah ke lantai atas. Kami lakukan itu, sesuai dengan prosedur,” kata Didik di kantor UPTD Pasar Induk, Rabu (13/1/21).

Didik menyampaikan, penertiban oleh UPTD di bawang naungan Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) kepada pedagang dilakukan semenjak tahun lalu. Hanya saja, menurut dia, penertiban dihentikan sementara lantaran terjadi wabah COVID-19.

“Setahun lalu kita sudah melakukan penertiban. Setelah itu, ada kebijakan menunggu COVID-19 selesai sampai akhir tahun,” ujar Didik.

Diterangkan Didik, penertiban tahun ini kembali dilakukan atas perintah Bupati dan Wakil Bupati untuk menjadikan pasar di Bondowoso berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI). Langkah itu dimulai dari pasar induk.

“Saat ini kita dituntut oleh Bupati dan Wakil Bupati harus ada pasar ber SNI. Dan itu, bisa dimulai dari pasar induk,” terangnya.

Selain perintah itu, lanjut Didik, penertiban dilakukan atas pengaduan pedagang di lantai atas pasar induk, yang keberatan masih terdapat pedangan berjualan dibawah. Sehingga, dilakukan penertiban agar pedagang yang seharusnya berjualan diatas tidak berjualan dibawah.

“Pedagang diatas itu protes, ketika masih ada pedagang berjualan dibawah. Kata mereka, kalau bisa jual dibawah, mengapa harus jualan diatas. Itu juga dasar kami melakukan penertiban,” jelasnya.

Pada Selasa kemarin, sejumlah pedangan dipasar induk mendatangi kantor DPRD. Mereka mengadu atas tindakan Diskoperindag, melakukan penyitaan lapak tempat berjualan.

SHODIQ

Share.

About Author

Leave A Reply