Kejari Jakarta Utara Sudah Limpah Tersangka SGY dan Maz ke Tipikor

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA   –  Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara telah melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi tersangka SGY dan Maz Sigyana ke Pangadilan Tipikor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, SeniN (30/11/2020) lalu.

“Ya, benar, kita sudah limpahkan berkasnya ke pengadilan tipikor. Senin lalu. Kita tunggu penetapan sidang kapan mau digelar sidangnya, nanti pengadilan yang menentukan. Kota sudah siapkan dakwaannya,” ujar Kasi Pidsus Kejari Jakarta Utara, Zainal, SH, MH kepada radaronline.id, Kamis (3/12).

Sebelumnya Kapuspenkum Kejagung RI Hari Setiyono, SH, MH meminta media Ini konfirmasi langsung ke Kejari Jakarta Utara ketika dikonfirmasi kebenaran pelimpahan berkas kedua tersangka tersebut. “Silahkan konfirmasi langsung ke Utara,” ujar Kapuspenkum melalui WA.

Kasi Pidsus Zainal mengungkapkan pelimpahan perkara dilakukan setelah penyidik menganggap bahwa sudah cukup bukti untuk membuktikan perbuatan tersangka nanti dipersidangan.  “Perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pengiriman Material untuk Pembangunan Proyek Pabrik Kelapa Sawit antara
PT. MWT dengan PT. VTP Tahun 2011/2012 atas nama tersangka MAZ bersama-sama dengan tersangka Drs. SGY berkas terpisah (splitzing). Dalam perbuatannya iti kedua tersanka merugikan Keuangan Negara cq Keuangan PT. VTP sebesar Rp. 1.589.251.921,-” ujar Kasi Pidsus.

Lebih jauh Zainal mengatakan pekerjaan pengiriman material untuk pembangunan Proyek Pabrik Kelapa Sawit antara PT. MWT dengan PT. VTP dalam kenyataannya terdapat barang material yang hilang dan rusak yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan hal ini bertentangan dengan Surat Perjanjian Kerja antara PT VTP dengan PT MWT tentang perjanjian pengiriman material untuk pembangunan Proyek Pembangunan Kelapa Sawit di Belian, dengan kondisi pengiriman melalui laut Door to Door Free On Truck.

Bahwa bermula ketika PT. VTP menjalin kerja sama pembiayaan dengan PT. WT, dengan keseluruhan jumlah dana kerjasama pembiayaan dari PT WTL kepada PT. VTP berdasarkan 4 Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) yang ditanda tangani oleh tersangka MAZ selaku Dir Ops PT. VTP dengan Pihak PT. WTL untuk pengiriman material untuk Pembangunan Proyek Pabrik Kelapa Sawit Tahun 2011/2012 yang telah dicairkan dari 10 cek/giro yang diterima dan dikelola oleh tersangka Drs. SGY selaku KaDiv Ops PT. VTP dan yang diketahui oleh tersangka MAZ yang uangnya tidak disetorkan/melalui kas perusahaan PT. VTP.

Atas perbuatan tersebut Kasi Pidsus menjerat tersangka/Terdakwa dengan pasal primair melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 ttg Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. pasal 55 Ayat 1 ke (1) KUHP. Subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. no 20 tahun 2001 ttg perubahan atas UU no 31 thn 1999 ttg pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP.

Hingga berita ini ditanyakan, Kajari Jakarta Utara belum menjawab konfirmasi Radaronline. Id

THOMSON

Share.

About Author

Leave A Reply