Trofeo Persija Glory 2001 Dituding Langgar Prokes, Ketua PWI Jakbar : Jangan Sok Tahu!!!

Pinterest LinkedIn Tumblr +

RadarOnline.id, JAKARTA – Ketua Koordinatoriat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jakarta Barat, Kornelius Naibaho angkat bicara dan protes pedas terhadap sejumlah media yang menayangkan (memberitakan) bahwa gelaran Trofeo Persija Glory 2001 dituding telah melanggar protokol kesehatan (prokes).

Kornel mengatakan, berita tudingan dari sejumlah media itu sangatlah tidak sesuai fakta yang ada di lapangan alias mengada-ada dan ini sangat jelas menyudutkan tiga pilar Kota Jakbar dan Koordinatoriat PWI Jakbar yang hadir pada saat gelaran turnamen yang berlangsung selama tiga jam tersebut.

“Saya sampaikan, yang tulis itu, jangan sok tahu. Darimana mereka bisa menuding turnamen silahturahmi itu melanggar prokes? Mereka saja tidak hadir di turnamen saat itu dan dikait-kaitkan dengan kerumunan massa HRS?
Jangan sok tahu dan mengarang berita, itu tidak baik,” ujarnya.

Kornel menambahkan, bahwa kemungkinan media-media tersebut ingin nama medianya dikenal dan penulisnya juga mau ikut terkenal, sehingga membuat berita mengarang karena awak media yang menulis berita itu saja tidak hadir pada saat kegiatan berlangsung di lapangan Porsekem Kembangan, Minggu (15/11).

“Darimana mereka bisa membuat berita turnamen itu melanggar prokes? Dari mimpi atau dari ngigau? Mereka saja tidak ada di lokasi. Miris sekali, masih ada saja oknum wartawan asal main tulis berita dan suka membesar-besarkan peristiwa yang tidak dilihat oleh mata kepalanya sendiri,” ujar Pimpinan Redaksi Faktapers ini, Kamis (26/11).

Kornel menjelaskan, lapangan Porsekem tempat berlangsungnya turnamen itu luas dan ada pembatasan penonton yang masuk serta penonton yang tidak memenuhi protokol kesehatan tidak diizinkan masuk, “Panitia juga mengarahkan penonton untuk tidak berkerumun di satu titik. Tiga pilar hanya lima menit hadir di lokasi,” jelas Kornel.

Sebagai Ketua Koordinatoriat PWI Kota Jakarta Barat, Kornel menghimbau kepada media-media yang memplintir berita Turnamen Trofeo Persija Glory 2001 agar lebih banyak mengikuti seminar-seminar tentang jurnalistik yang tujuannya dapat menambah pengetahuan sehingga kedepan dalam memuat (menulis) berita harus sesuai fakta lapangan, tidak asal terima cerita orang lain yang bukan sebagai narasumber berita dan tidak mengarang/ mengigau.

Berita tudingan Trofeo Persija Glory 2001 tidak sesuai prokes yang dimuat di beberapa media online tentunya telah merusak nama baik penyelenggara dan panitia. Karena itu, Kornel mewanti-wanti penulis dan medianya agar tidak dilaporkan terkait UU ITE.

“Kalau ada pihak yang melaporkan media dan penulisnya itu dengan UU ITE, saya jadi kasihan melihatnya,” tutupnya.

MARKUS

Share.

About Author

Leave A Reply